Dari Hari Pramuka menuju Hari kemerdekaan Indonesia : Wujud Kreativitas yang menembus batas

  • (Menelisik Kegiatan Para siswa-siswi MTs. Salafiyah)   “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, besok harus lebih dari hari ini, namun apapun yang terjadi, kita harus melakukan yang terbaik saat ini demi masa depan yang lebih baik nanti”. Sepenggal kalimat tersebut mungkin bisa jadi deskripsi sederhana dari gambaran situasi dan kondisi yang ada di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, sebuah sekolah berbasis agama yang ada di desa Kajen Pati Utara dengan dinamikanya yang luar biasa. Hal paling menarik dari madrasah ini adalah nama dan karakternya sungguh sangat berbeda. Terma “salafiyah” identik dengan kuno, jadul dan stagnan. Realitanya, berbalik seratus delapan puluh derajat, Madrasah Salafiyah merupakan madrasah yang menggunakan modernitas untuk meningkatkan segenap elemen pembelajarannya. Mulai dari pembelajaran intrakurikuler, yang mana semua kelas dilengkapi dengan proyektor dan speaker aktif sehingga guru dengan mudah bisa menyampaikan materi dengan metode audio visual yang lebih menarik minat para santri, sampai kepada kegiatan ekstrakurikuler yang mungkin paling “hidup” se-Kabupaten Pati.

    17 Aug
    17 Aug
  • Perubahan dalam suatu kelompok ataupun lembaga sosial adalah suatu kewajaran. Perubahan itu bisa saja bersifat progres (kemajuan) ataupun regres (kemunduran) yang diakibatkan oleh beberapa faktor internal ataupun ekternal, apalagi ditengah era globalisasi seperti sekarang ini yang akan melahirkan banyak tantangan guna untuk menjaga eksistensi dan jati diri suatu kelompok ataupun lembaga sosial.

    19 Apr
    19 Apr
  •   Dulu orang berfikir bahwa sekolah dimadrasah hanya akan mempelajari ilmu agama saja dan jenjang pendidikan selanjutnya juga akan di perguruan tinggi agama atau dengan fakultas/jurusan agama. Pikiran itu adalah SALAH BESAR, sebab madrasah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai kesempatan dan diperlakukan sama dengan sekolah umum setingkatnya. Lulusan madrasah bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi dimana saja dengan jurusan apa saja. Tak harus dijurusan keagamaan tapi bisa melanjutkan ke jurusan ilmu-ilmu umum dan alumni madrasah juga akan lebih siap melanjutkan kepondok pesantren baik yang fokus kekitab maupun ke Al Qur’an, adapun alumni (MA. Salafiyah) yang tidak melanjutkan kejenjang lebih tinggi telah dibekali dengan berbagai ketrampilan seperti bagi anak putri dengan ketrampilan tata boga dan anak putra dengan ketrampilan desain grafis sehingga bisa dimanfaatkan dalam dunia kerja maupun kebutuhan sehari-hari.

    19 Apr
    19 Apr
  • Oleh: Sabila Khanaya Lingkungan merupakan daerah di mana kawasan yang termasuk di sekitar kita. Jika lingkungan kita bersih dan tertata rapi, maka kita akan merasa nyaman untuk menempatinya. Tahukah kalian apa itu kebersihan?             Kebersihan adalah keadaan yang menurut kita tidak mengandung kotoran dan noda. Ada sebuah hadits nabi yang pernah saya dengar berbunyi ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. Jika di lingkungan kita itu tidak bersih dan banyak kotoran, sudahkah kita dikatakan beriman? Apalagi kita hidup di lingkungan yang berciri khas pesantren yaitu MTs. Kita seharusnya bisa lebih bersih dari anak SMP donk!. Terutama kebersihan lantai. Seringkali saya melihat banyak sepatu berserakan di lantai. Fenomena yang aneh, bukan?

    28 Mar
    28 Mar
  • Belajar bukan hanya sekadar formal. Janganlah ‘seperti katak dalam tempurung’ Oleh: Titis Nur Alfitri Rasa dingin masih menyelimuti sekujur badan. Mentari pagi mulai pancarkan cahayanya ke bumi. Membuat semangat siswa-siswi MTs Salafiyah menggebu. Dengan semilirnya angin yang menerjang setiap bebahu. Pagi itu (15/03) sudah terlihat banyak pasang mata mengamati aktifitas pagi madrasah. Para lelaki dan wanita separuh baya berjejer di depan pintu gerbang MTs Salafiyah untuk mengantar sang buah hati dan turut menghadiri upacara pemberangkatan study rihlah (red. SR). Mereka akan meninggalkan orang tua sementara waktu untuk menjalankan pembelajaran wajib di luar madrasah. Suasana yang mengharukan menyelimuti wajah penuh kekhawatiran. Rasa cemas memang terasa, namun itu demi pengalaman kemandarian yang akan diperoleh anak-anaknya.

    28 Mar
    28 Mar
  •           Kajen (19/03) Matahari beranjak naik meninggalkan sang fajar. Gerbang sekـolah dibuka, seluruh kelas mulai beroperasi, tanda pelajaran akan segera dimulai.           Semua siswa terlihat memasuki kelas masing-masing untuk memulai aktifitas pembelajaran. Wajah semangat begitu menyelimuti mereka ketika sedang bermuroja’ah hafalan juz amma pada saat jam pelajaran awal, yang memang diwajibkan di setiap kelas.          Di MTs Salafiyah ini kemampuan tahfidz memang selalu ditekankan pada setiap siswanya untuk menghafal Al-Quran. Paling tidak bisa menghafal Juz Amma lengkap sampai surat An-Naba’. Hal ini bukan karena tanpa sebab, karena pihak lembaga mempunyai keinginan agar siswa-siswinya menjadi manusia penghafal Al-Quran yang berakhlaqul karimah, serta menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.          “Di zaman yang serba modern dan perkembangan arus globalisasi yang pesat ini, siswa madrasah harus tetap berpedoman dan selalu ‘mengaji’ Al-Quran agar tetap ingat kepada Allah, juga menjaga diri agar terhindar dari fitnah akhir zaman yang semakin merajalela”, Ucap Moh. Muhsin salah satu guru MTs Salafiyah.          Memang di zaman modern seperti ini, lebih banyak orang beranggapan mengaji itu membuang-buang waktu dan Ndeso, mereka kebanyakan lebih suka bermain gadged, bermain game, atau berfoto selfi agar terlihat Ngehits. Ada juga yang beranggapan bahwa menghafal itu sulit. Benarkah demikian? Ternyata tidak juga. “Menghafal itu menyenangkan dan mudah, sesuai kadar niat dan kesungguhan masing-masing individu dalam tekad menghafal”, ujar Faiqotul Himmah siswi penghafal Al-Quran 13 juz MTs Salafiyah.        Semua hasil bergantung niat dan kesungguhan yang tulus jika tidak hafal-hafal juga, mungkin masih ada kesalahan pada diri masing-masing, sehingga lebih baik selalu beristighfar.          Terakhir, menghafal Al-Quran di zaman globalisasi seperti ini pun banyak mendatangkan berkah. Sekarang banyak juga para penghafal yang mendapatkan beasiswa hingga perguruan tinggi ternama di dunia.         Jadi, mulai sekarang mulailah dengan niat yang tulus menjadi manusiaJ penghafal Al-Quran seutuhnya, karena dengan Al-Quran lah kita dapat menjadi manusia berilmu, dan akan menjadikan kita ‘power of power’ untuk bekal akhirat kelak, serta menjadi penghafal Al-Quran akan terlihat lebih keren. [Red. Dina Sabrina/At-Tatsqif] (Berita-Utama/At-Tatsqif/Triwulan-Edisi-Maret-2017-Halaman1)

    28 Mar
    28 Mar
Goto :