Kepala MTs Salafiyah Adakan Sarasehan

  • Kepada Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’,S.H., M. Si. menerapkan kebijakan sarasehan dan evaluasi pembelajaran satu bulan sekali. Sarasehan ini dilaksanakan setiap akhir atau awal bulan bergantung situasi dan kondisi. Diikuti oleh seluruh dewan guru dan karyawan guna menjalin keakraban dan rasa solidaritas. Sarasehan juga digunakan sebagai ajang silaturahmi dewan guru dan karyawan serta pimpinan di MTs Salafiyah. Untuk bulan Januari ini, sarasehan dilaksanakan di gedung MTs pada Rabu (31/01/2018) dimulai pukul 11.30 WIB. Adapun kemasan acara secara umum ialah pembukaan, tahlil, pengarahan kepala dan musyawarah madrasah, lain-lain, dan penutupan. “Untuk pembahasan perihal madrasah saya memberikan waktu khusus yaitu sebulan sekali. Meskipun kurang maksimal. Namun, saya rasa cukup untuk digunakan saling berbagi ide guna mewujudkan pengajaran yang inovatif dan menyenangkan.”, ungkap Masyfu’ sapaan akrab kepala MTs Salafiyah. Kepala madrasah juga mengaku acara tersebut sebagai upaya melaksanakan pembiasaan baik di madrasah. Tidak ketinggalan pula, tahlil pun dimasukkan sebagai identitas budaya kaum nahdhiyin. Harapannya, MTs Salafiyah ke depan menjadi lembaga pendidikan  berciri khas islam ala ‘ahlussunnah wal jamaah’ yang mempunyai wawasan global. (Berita/At-Tatsqif/MTs-SLF)

    31 Jan
    31 Jan
  • ……………………………… “Lho Bapak ndak ikut menguji tah?” “Menguji apa?” “Ya, tahfiz Alquran dan qiroah kitab lah, Pak? Kan besok saya ujian” “Alhamdulillah, tidak” “Kok Alhamdulillah Pak.” “Ya, iyalah” “Kenapa pak?” “Saya itu malu! jikalau kamu nanti grogi di depan saya. Trus tidak bisa atau lupa. Apalagi di sampingmu orang tua kan” “Ah. Si Bapak meragukan kemampuan saya” “Kemampuan apa. Menghafal maksud kamu?” “Iya lah pak” “Menghafal nilai-nilai kamu yang selalu di bawah 60… he” …………………………….. Al-quran merupakan pegangan bagi mereka yang menyatakan dirinya tanpa paksaan dengan sebutan muslim. Betapa tidak, mereka yang menyebut dirinya muslim maka harus mengenal Alquran sebagai kitab sucinya. Sama halnya Alkitab bagi kaum kristen, Tripitaka untuk kaum budha, serta Weda bagi kaum hindu. Dalam pelaksanaan program pembelajaran di madrasah-madrasah kadangkala mewajibkan untuk peserta didiknya hafal dan paham sebagian dari Alquran, serta kitab-kitab salaf lainnya. Begitu pula di MTs Salafiyah. Setiap tahun siswa dan siswi kelas IX MTs Salafiyah diwajibkan lulus dalam materi Tahfizul Quran dan Qiroatul Kitab. Untuk tahun ini, di MTs Salafiyah ujian dilakukan pada Ahad, 28 Januari 2018. Mulai pukul 07.00 s.d. 12.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, testing tahfiz dan qiroatul kitab pihak madrasah mengundang wali santri untuk mendampingi putra-putrinya. Hal berikut sudah dua tahun ini dilakukan madrasah melalui panitia testing tahfiz dan qiroah kitab. Dengan kehadiran orang tua diharapkan memberikan motivasi dan perhatian kepada siswa-siswi agar bersungguh-sungguh menjalani serangkaian ujian. Disamping itu, agar orang tua juga mengetahui sejauh mana putra-putinya belajar. Nah, dalam suksesnya kegiatan tersebut ada dua hal yang dianggap penting untuk dibahas, yaitu peng-uji dan uji-an.  Nilainya bagus atau tidak. Kedua hal itu kadangkala menjadi kambing hitam setelah ujian berlangsung. Penguji Penguji merupakan orang yang ahli di bidang materi yang diujikan. Ia adalah tokoh utama yang menentukan siswa dan siswi lulus atau tidak. Hal itu yang menjadikan penguji menjadi dilema. Satu sisi menjadikan dirinya malu apabila siswa-siswi yang diuji itu tidak mampu menunjukkan kemampuan maksimal di hadapannya. Madrasah atau bukan ya? Ia pun akan sangat berdosa jika memberikan nilai bagus pada siswa tersebut. Di sisi lain jika penguji memberikan nilai yang jelek, ia akan dianggap siswanya kurang bijaksana dan ‘mentalan’. Apalagi dihadapan orang tua yang notabene orang yang tahu bahwa ia benar-benar nyantri. Ndak lucu kan! Padahal sebenarnya itu bukan salah penguji. Lantas jika benar demikian, harus mikir dua sampai tiga kali untuk menjadi penguji yang amanah, bukan! Ujian Ujian merupakan kewajiban setiap individu yang belajar di lembaga pendidikan formal dan nonformal. Tanpa ujian, guru tidak dapat mengetahui sejauh mana siswa-siswinya berkembang. Inilah yang menjadikan para siswa melakukan daya upaya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Meskipun kadang ada beberapa dari mereka yang melakukan hal curang. Contoh kecil dengan mencontek. Kalau begitu, siapakah yang lebih tepat disalahkan? Namun, ada sebagian dari siswa kadang menyalahkan ‘ujian’. Kenapa kok harus ada ujian? Buat apa kita diuji jika pada akhirnya tidak ada kemajuan. Banyak yang menyontek agar nilainya bagus. Pun yang tidak menyontek, pasti nilainya jelek. Lha to, ketahuan apa yang disalah-salahkan. Padahal ujian hanya sebuah proses, bukan subjek yang dapat disalahkan seperti siswanya, guru, penguji, ustadz, kyai, atau dosen. Dasar!!! []   (MR/MTs-slf)

    30 Jan
    30 Jan
  • PATI- Tiga peserta didik dari MA. Salafiyah Kajen Pati meraih beberapa prestasi dalam acara Olimpiade Sain, Ke-NU-an dan Kompetensi Ma’arif NU (OSKANU) Jateng di Semarang, Sabtu-Ahad (16-17/12/2017).  Acara tersebut berlangsung di SMA Nasima Semarang, prestasi yang diraih diantaranya Juara I mapel Sosiologi, Juara III Mapel geografi dan Juara IV mapel Matematika IPA.

    30 Jan
    30 Jan
  • “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Q.S. Al-Baqarah: 164)

    30 Jan
    30 Jan
  • PATI – MA. Salafiyah Kajen Pati membuka pendaftaran bagi calon Peserta didik baru untuk tahun Pelajaran 2018/2019 dimulai 1 maret 2018 bagi seluruh lulusan MTs, SMP dan sederajat dengan membuka beberapa jurusan yakni: IPA 1, IPA 2 (Unggulan), IPS 1, IPS 2 (Kosentrasi Kitab Salaf) dan IPS 3 (Kosentrasi Tahfidzul Qur’an). Pendaftaran buka setiap hari mulai pukul 07.00- 16.00 bertempat di Kantor MA. Salafiyah Kajen Pati. Bagi para pendaftar bisa datang langsung dan mengisi Formulir pendaftaran yang sudah kita siapkan dengan melampirkan beberapa persyaratan: Pas Foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar Menyerahkan Foto Copy akte Kelahiran dan KK Menyerahkan Foto Copy KTP orang Tua Menyerahkan Foto Copy STTB dann SKHUN MTs.SMP yang dilegalisir 2 lembar (dapat menggunakan Surat Keterangan kelas akhir dari Madrasah/Sekolah asal sebelum STTB dan SKHUN diterbitkan) Menyerahkan foto copy kartu KIP (bagi yang memiliki) Apabila ada persyaratan yang kurang bisa menyusul kemudian. “ Di tahun ini sistem penerimaan Peserta didik Baru masih seperti tahun sebelumnya. Setiap pendaftar akan kita terima semua sebagai peserta didik di MA. Salafiyah Kajen dengan catatan kapasitas ruang kita masih muat dengan perhitungan sekitar 400 peserta didik baru. Adapun Tes yang kita lakukan yakni tes Psikotes, BTA dan Matematika akan kita gunakan dalam dasar penentuan Jurusan yang dipilih agar calon peserta didik sesuai dengan kemampuan juga kemauannya dan akan kita guna sebagai data awal untuk  penanganan lebih lanjut ketika sudah aktif menjadi peserta didik kami. Tes akan kita usahakan dilaksanakan langsung pada saat pendaftaran sehingga kemurnian kemampuan dan kemauan calon peserta didik baru bisa benar-benar kita rekam dan kita simpulkan.” Kata Edy Al Fithri selaku Ketua PPDB MA. Salafiyah Kajen Pati. Beliau juga menambahkan “ bagi calon peserta didik baru yang mempunyai prestasi baik prestasi Akademik, non Akademik dan Tahfidz akan ada beasiswa bagi mereka. Khusus yang ada di IPS 3 (Kosentrasi Tahfidzul Qur’an) akan mendapat beasiswa bebas SPP selama 3 tahun dengan tes tersendiri” “ Apabila ada calon peserta didik baru merasa bahwa ada salah satu bentuk tes belum siap, mereka dapat mengikuti tes secara serentak pada tanggal 5 Juli 2018 mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Dihari itu juga akan kita umumkan penempatan kelas dan jurusan bagi semua Calon peserta didik Baru yang telah mendaftar.” Imbuhnya MA. Salafiyah Kajen Pati dalam pelaksanaannya tetap mengaju pada kurikulum Nasional dan tetap mempertahankan kurikulum Lokal atau Yayasan yakni mempelajari kitab-kitab salaf bagi semua jurusan. J uga dalam mengembangkan kemampuan diri para peserta didik juga akan dilaksanakan program pengembangan diri Wajib yang meliputi Qiro’atul Qur’an, Qiro’atul Kutub, Praktek Ibadah dan Pramuka. Selain itu juga ada Program pembembangan diri Pilihan, meliputi: SAC (Salafiyah Arabic Club), SEC (Salafiyah Englis Club), Teater, MarchingBand, Kaligrafi, Tilawah dan Tahfizul Qu’an, Rebana, Seni Beladiri, berbagai kegiatan Olahraga, Bimbingan OSN/KSM, KIR, Jurnalistik, Paduan Suara, Bimbingan Komputer (Desain Blog dan Grafis), PKM (Patroli Keamanan Madrasah), Fotografi dan Sinematografi. (AS/MA_SLF) 

    29 Jan
    29 Jan
  • MA. SALAFIYAH KAJEN – Ekspo Kampus dan Pesantren kembali digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (IKLAS) pada sabtu (27/1) bertempat halaman parkir gedung barat MA. Salafiyah Kajen Pati. Ekspo Kampus dan Pesantren yang diadakan di MA. Salafiyah Kajen Pati ini menghadirkan puluhan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dan juga Pondok Pesantren se pulau Jawa. Acara ini dimulai dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00 WIB.

    29 Jan
    29 Jan
Goto :