Seleksi Kelas Unggulan MTs Salafiyah

  • Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan sebuah tahapan yang wajib dilalui oleh setiap calon peserta didik sebuah lembaga pendidikan. Terlebih jika lembaga pendidikan atau sekolah tujuan tersebut favorit. Melalui ujian, pihak sekolah dapat mengetahui kemampuan setiap siswa yang akan diterimanya. MTs Salafiyah Kajen sebagai lembaga pendidikan berciri khas pesantren pada Ahad (25/03) melaksanakan seleksi penerimaan peserta didik baru tahap I untuk calon siswa-siswi unggulan yang dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.30 WIB di lingkungan MTs Salafiyah Kajen. Hal tersebut dilakukan karena kuota kelas yang akan diterima hanya lebih kurang 60 siswa, masing-masing dibagi menjadi dua kelas putra dan putri. Ketua panitia PPDB MTs Salafiyah Ahmad Agus Salim LC MA mengungkapkan bahwa seleksi dilakukan untuk mengklasifikasi tiap kelas berdasarkan kemampuan masing-masing, agar memudahkan metode guru dalam menyampaikan pembelajaran sesuai dengan tindakan masing-masing kelas. Calon peserta yang lulus akan diterima di kelas unggulan, sedangkan yang tidak akan masuk kelas reguler atau boleh mendaftar di sekolah-sekolah lain. Dalam pelaksanaannya, ujian dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu terdiri atas tes pengetahuan umum dengan menggunakan komputer (CBT), tes tahfiz Al-qur’an, tes tulis Arab dan pegon, dan tes wawancara. Peserta tes tahap pertama berjumlah lebih kurang 40 siswa. Bagi siswa yang memenuhi syarat dan lulus tes akan masuk ke dalam kelas unggulan MTs Salafiyah. Sedangkan sebaliknya, yang kurang beruntung akan masuk kelas reguler. Salah satu orang tua calon siswa Mustaghfiri mengaku berharap putranya dapat lulus seleksi untuk program unggulan. Karena tujuan awal ke MTs Salafiyah memang itu. “Kalau hanya kelas reguler, di Purwodadi pun banyak. Jadi saya sangat menginginkan anak saya lulus dan diterima”, tutur laki-laki yang pernah belajar di Al-Hikmah Kajen itu. (MTs-SLF/At-Tatsqif/Melka)

    25 Mar
    25 Mar
  • Kajen (18/03) Salah satu yang ditekankan di MTs Salafiyah selain kemampuan bidang tahfiz dan kitab adalah pengetahuan umum, teknologi, serta sains. Hal tersebut dilakukan guna mempersiapkan lulusan-lulusan yang unggul di segala bidang serta berakhlaqul karimah sesuai Al-Quran dan Al-Hadits. Begitupun yang dilakukan segenap guru mapel OSN baru-baru ini. Mereka melaksanakan bimbingan untuk persiapan lomba OSN Kabupaten yang akan dilaksanakan Sabtu, 24 Maret 2018 nanti. Ade Irma Widodo SPd selaku waka kesiswaan yakin bahwa siswa-siswinya mampu bersaing dengan sekolahan umum mengingat potensi dan kemampuan siswa MTs Salafiyah yang beragam. Ia pun mengaku sudah melakukan ikhtiar maksimal dengan harapan bisa menjadi yang terbaik. “Harapannya bimbingan tersebut dapat mewadahi anak-anak yg berprestasi untuk berkompetisi dalam OSN di tingkat SMP/MTs di kabupaten Pati”, ungkapnya. Selain itu, Ahmad Agus Salim LC MA menuturkan mengapa MTs Salafiyah berusaha mengikuti perkembangan zaman dengan turut serta dalam perlombaan sains. Padahal sudah jelas unggulan yang ada di MTs Salafiyah adalah program tahfiz dan qiro’ah. Ia menjawab bahwa siswa MTs Salafiyah harus mengikuti jejak tokoh-tokoh Islam terdahulu. “Terlebih jika menilik sejarah, banyak sekali pakar-pakar islam yang hafiz dan ahli ilmu agama, juga luar biasa dalam ilmu sains dan sosialnya. Jadi tidak lagi ada pendikotomian antara ilmu agama dan ilmu sains serta ilmu ilmu lainnya. Oleh karena itu, siswa MTs Salafiyah juga harus bisa berkiprah dalam OSN”, bebernya.[TiaraRahma/At-Tatsqif-Tahunan/MTs-SLF]

    18 Mar
    18 Mar
  • Sayup-sayup terdengar lantunan bacaan Al-Quran. Saat kami berjalan di antara kelas-kelas di MTs Salafiyah. Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB, namun kesejukan bacaan membuat gemetar laksana dinginnya hembusan angin pegunungan. Sabtu (17/03) ratusan siswa-siswi duduk rapi di kelasnya masing-masing. Ada sebagian yang berseliweran mengambil air wudhu di dekat kamar mandi madrasah. Mereka berusaha disiplin melaksanakan kewajiban murojaah dan shalat dhuha untuk memupuk keimanan diri sejak dini. Ya, itulah program wajib madrasah yang harus dilaksanakan siswa dan guru setiap paginya. Salah satu siswa kelas IX Titis NA mengungkapkan kegembiraan adanya program dari madrasah yang sangat membantu untuk pribadinya itu. Karena sebelum masuk di MTs, ia masih awam tentang tata cara membaca Al-Quran dan beribadah yang benar. “Progam ini sangat membantu saya untuk dapat lulus ujian tahfiz di MTs Salafiyah ini”, ungkap gadis kelahiran Jambi yang humoris itu. Karena disamping menghafal, siswa pun dituntut untuk menjaga hafalannya. Oleh sebab itu, koordinator tahfiz MTs Salafiyah Moh Muhsin berusaha membuat program jitu yaitu wajib murojaah setiap pagi. Program yang digagas guna menjaga hafalan anak-anak supaya tidak hilang dan dapat ditingkatkan lagi saat masuk MA atau di masyarakat nanti. Inilah yang dinamakan pendidikan berkelanjutan berjenjang. “Yang paling berat ialah menjaga, bukan mendapatkan. Jadi, pesen saya untuk anak-anak supaya hati-hati. Agar yang dicita-citakan orang tua lewat bersekolah di MTs Salafiyah tidak sia-sia”, jelas guru yang mengampu Akidah Akhlaq di MTs Salafiyah.[] (Shabila/At-Tatsqif/Try-wulan/Maret2018)

    17 Mar
    17 Mar
  • Surabaya (15/03) Untuk menggali potensi siswa dalam hal kreativitas, panitia Study Rihlah (SR) sengaja menyelenggarakan pentas kreasi siswa. Dalam praktiknya peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelas masing-masing. Acara tersebut diselenggarakan Selasa malam di Aula gedung haji Surabaya pukul 08.30 WIB setelah pelaksanaan jamaah shalat isya’. Menurut Ade, selaku koordinator acara pentas kreasi ada 90% peserta yang  mengikuti acara tersebut. Antara lain, kelas VIII A Teater “Santri Koplak”, kelas VIII B  Rebana “Al ikhlas”, kelas VIII D Drama “Preman Insyaf”, kelas VIII E “Kalamul Jam’i”, kelas VIII F Teater Tanah Airku dan Puisi, kelas VIII G Drama Musikal “Fatin Jangan Berbohong”, kelas VIII H Drama “Sekolah Zaman Now”. Ia pun sempat menyampaikan bahwa untuk mengefektifkan kegiatan di gedung asrama haji dan mengendalikan siswa, acara tersebut digelar. Hal itu juga dapat menumbuhkan sikap percaya diri siswa tampil di depan umum. “Kalau siswa terbiasa berani, akan membantunya dalam kegiatan wawancara pengisian kuesioner sebagai syarat penilaian SR”, ungkap Ade. Salah satu penyaji dari kelas VIII A Zulfa Haidar mengaku senang dengan adanya acara semacam ini. Hal tersebut juga akan mendorong siswa semakin termotivasi untuk kreatif serta dapat terkenang dengan kegiatan SR. Hal tersebut juga sempat dituliskan dalam akun facebooknya “Kebahagiaan ini janganlah cepat berlalu. Karena usaha tak akan mengkhianati hasil”, kutipnya. (Afifah/Kelas-VIII/MTs-SLF)  

    15 Mar
    15 Mar
  • KAJEN – Dalam rangkah menambah wawasan dan pengalaman dalam menangani kecelakaan atau bencana dalam lingkup sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Organisasi Palang Merah Remaja MA Salafiyah mengadakan Pelatihan P3K. Dilaksanakan pada hari jumat (23/2) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar program kerjasama PMR MA Salafiyah dengan PMI. Dan merupakan hasil dari musyawarah bersama melalui rapat dan persetujuan dari waka kesiswaan. Dengan cara menyebarkan undangan yang diedarkan panitia dan pelaksana kegiatan tersebut.

    14 Mar
    14 Mar
  • KAJEN– Perkembangan sosial masyarakat yang terus menerus bergulir tanpa mengenal batas memunculkan berbagai problematika aktual dalam kehidupan. Sementara secara tekstual , hukumnya belum dijelaskan secara detail dalam Al Qur’an dan Hadits. Sehingga perlu adanya kajian yang lebih mendalam dengan merujuk pada ijtihad para ulama yang terkandung dalam al-kutub al-mu’tabarahyang sesuai dengan aqidah ahlussunnah wal jamaah. Oleh karenanya, KPS (Keluarga Pelajar Salafiyah) dan KPPS (Keluarga Pelajar Putri Salafiyah) mengadakan Bahtsul Masail yang diikuti ratusan pelajar MA Salafiyah Kajen, Jumat (9/2) pagi. Kegiatan ini telah menjadi tradisi rutin yang dilaksanakan dua kali setiap tahunnya.

    14 Mar
    14 Mar
Goto :