– Inspirasi –

  • Suka Lagu Shalawat Hani’atul Umamah merupakan siswi di MTs Salafiyah Kajen. Dara berparas cantik itu, baru-baru ini memperoleh prestasi Juara 2 cabang lomba MTQ Pelajaran Tingkat Kabupaten Pati. Bukan hanya itu, putri pasangan Bapak Suyadi dan Ibu Rukanah juga mengaku bahwa ia menyukai Seni Baca Alquran sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) Grogolan Dukuhseti. Awalnya ia tak sengaja mendengar orang baca Alquran dengan merdu, lalu tertarik untuk belajar seni baca Alquran. “Jika mendengar orang baca Alquran ato sholawat saya suka. Karena membuat pikiran dan hati tentram (adem)”, ungkapnya. Keinginan mengembangkan kemampuannya itu membuat ia mengikuti ekstrakurikuler MTQ di sekolah dan pondok pesantren dari kelas VII sampai sekarang. Remaja yang duduk di kelas IX MTs Salafiyah itu semakin terampil dan matang dalam bidang seni Baca Al-Qur’an Tidak hanya ekstra MTQ saja, ia juga mengikuti ekstrakurikuler Pagar Nusa. Ia juga mempunyai beberapa hobi bidang olahraga, seperti Bulutangkis, Pagar Nusa, dan sebagainya. Ia mengaku kesulitan saat lomba soal lagu-lagu yang dibawakan. “Kesulitandalam lomba MTQ antara lain kadang masih bingung lagu2nya”, tutur dara kelahiran Pati 12 Januari 2005. Motivasi dari ibu yang selalu saya ingat adalah, “Saat lomba janganlah mempunyai niat untuk juara. Niatlah membaca Alquran karena Allah. Ojo ndredek”, ucapnya sembari tersenyum. (Dok. At-Tatsqif 2018)

    29 Sep
    29 Sep
  • Kamis (26/09) Empat Organisasi Kesiswaan di MTs Salafiyah melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebagai salah satu kewajiban purna tugas periode 2017/2018. Acara yang dikemas sederhana itu dilangsungkan di gedung aula MA Salafiyah mulai pukul 14.00 WIB, dengan dibuka oleh Kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’, SH M Si. Keempat Organisasi Kesiswaan itu meliputi KPS/KPPS (semacam OSIS sekolah), Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan At-Tatsqif (jurnalis siswa). Masing-masing ketua organisasi menyampaikan naskah laporan Pertanggungjawaban secara berurutan. Dalam sambutannya, Masyfu’ mengatakan bahwa organisasi di MTs harus tetap aktif dan berdayaguna. Masing-masing dapat belajar dari organisasi yg lebih tinggi seperti di SMA/MA. “Ketua sinaune karo ketua, sekretaris karo sekretaris. Begitu pun yang lainnya”, ungkapnya. “Belajarlah dari kesalahan. Kesalahan merupakan pelajaran yang berharga, tetapi kesalahan harus dapat dievaluasi dan jangan diulang-ulang”, tambahnya. NEWs MTs (Hafaz S, ketua tim redaksi bulletin triwulan At-Tatsqif 2018)

    29 Sep
    29 Sep
  • Tekad MA. Salafiyah Kajen Pati untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didiknya telah berbuah hasil, beberapa prestasi di bidang penulisan berhasil diraih oleh peseta didiknya. Salah satunya adalah Nurul Hidayati, siswi kelas XII IPS ini, pada hari senin (10/11) berhasil meraih juara 2 dalam Sayembara penulisan esai tingkat remaja se-Jawa Tengah yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Jateng. Dalam perlombaan ini telah diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dan madrasah di Jawa Tengah. Dalam perlombaan ini setiap peserta mengirim tulisan esai untuk dikirim melalui email ke panitia, dari semua tulisan kiriman peserta dilakukan penilaian oleh tiga orang juri yang berkompeten dan diambil 10 tulisan peserta terbaik untuk mempresentasikan secara langsung. Nurul Hidayati mengatakan bisa meraih juara 2 dalam lomba ini adalah hal yang sangat membahagiakan. “Awalnya saya sangat pesimis, sebab saat hendak mengirim saya melakukan kesalahan dalam penulisan. Justru yang saya tulis berbentuk tulisan artikel. Beruntung saya diingatkan dan dibimbing oleh Ibu Widya Lestari selaku pembimbing kegiatan KIR di madrasah kami tentang sistematika penulisan esai yang benar. akhirnya saya mengulang lagi dari awal dengan tema yang berbeda. Sempet juga saya kebingungan hendak menulis tentang apa, saat itu saya mendapat saran dari guru Sosiologi untuk menulis masalah dunia santri di masa kini, terutama pengusaan tentang kitab kuning. selama dua minggu saya menulis esai itu dengan judul Lunturnya Budaya Membaca Kitab Kuning di Pesantren”, bebernya. “Pada tanggal 24 Agustus 2018 saya mendapat kabar melalui chat WA dari panitia bahwa saya masuk dalam 10 besar dan maju ke babak presentasi yang akan dilaksanakan 10 september 2018 rasanya senang sekali, saya pun dengan dibimbing guru pembimbing mempersiapkan untuk babak presentasi. Akan tetapi saat presentasi di depan juri cukup menakutkan bagi saya. Karena itu pengalaman pertama saya. Saya cukup gugup dan takut karena tidak sesuai dengan yang saya bayangkan, presentasi dilakukan hadapan juri dan semua orang yang hadir. Saya berusahan menguasai diri dan mencoba untuk tenang, sampai akhirnya saya bisa memaparkan dari awal sampai akhir tentang tulisan saya itu. Selain saya senang karna mampu meraih juara 2, saya sangat bersyukur sebab dengan menulis esai tentang budaya membaca kitab Kuning ini, saya menjadi bertambah paham tentang pentingnya belajar kitab kuning dan saya bersyukur sekolah di madrasah ini, sebab kemampuan membaca kitab kuning bagi peserta didiknya menjadi salah satu tujuan dari MA. Salafiyah Kajen Pati”, imbuhnya Adapun menurut bapak Sulhan, S. Pd. I selaku waka Kurikukum mengatakan bahwa beberapa prestasi di bidang penulisan ini tak bisa lepas dari keberhasilan dalam pelaksanaan pembinaan ektrakurikuler KIR yang telah ada di MA. Salafiyah Kajen Pati dan pelaksanaan salah satu program kurikulum yang mengarah terwujudnya budaya literasi. “Beberapa tahun ini, kami berusaha terus meningkatkan minat baca dan menulis dikalangan peserta didik. Untuk mewujudkan itu, kami terus menambah buku-buku bacaan untuk perpustakaan madrasah, mengadakan pelatihan-pelatihan penulisan, megadakan ektrakulikuler KIR, hingga pemberian tugas wajib bagi seluruh peseta didik kelas XI untuk membuat tulisan berupa Artikel/Esai/Cerpen di semester genap.” imbuhnya (AS/MA. SLF)

    13 Sep
    13 Sep
  • Dua orang siswi Madrasah Aliyah Salafiyah, Kajen-Margoyoso-pati-Jawa Tengah meraih medali Hongkong International Mathematic Olimpiade (HKIMO). Di ajang HKIMO 2018 yang dihelak Ho Man Tin, Kowlon, Hongkong ini, siswi atas nama Siti Rohmah merebut medali Perunggu (Bronze Mendals), sedangkan Luthfika Fadhilatul Auliya meraih juara harapan. Awalnya kedua siswi ini pada bulan Mei mengikuti head round Internasional yang dilaksanakan di Indonesia. pada kesempatan itu mereka berdua telah berhasil mendapatkan tiket mengikuti final round ke Hongkong pada tanggal 31 agustus s/d 3 September 2018, yang diikuti sekitar 144 peserta untuk tingkat Senior Secondary dari beberapa negara. Siti Rohmah mengatakan bahwa bisa mengikuti final di Hongkong bagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Rasa senang, takut, dan grogi bercampur. sebab kali pertama pergi ke luar negeri dan naik pesawat. “Saat sampai di sana, ada perasaan kurang Pe-De, tapi hal itu segera kita lawan, kita berdua saling menguatkan satu dengan yang lain. Bahkan ketika di hari pertama kita harus ketinggalan bus jemputan karna salah satu paspor temen kami dari Indonesia ketinggalan di kamar, saat itu kami bingung dan takut. Beruntung ketemu salah seorang WNI yang ada di sana dan kita pinjam telpon untuk menghubungi pendamping dari kontingen Indonesia. Sedangkan saat berlangsung perlombaan dan mau mengerjakan soal kita juga agak sedikit grogi, sebab bayangan kami soal akan menggunakan Bahasa Inggris dan ditranlite ke bahasa asal peserta. Akan tetapi soal yang kita terima menggunakan Bahasa Inggris dan tranlite Bahasa Cina. dengan bacaan bismillah kami mulai mengerjakannya. Alhamdulillah kita bisa meraih hasil yang baik.” imbuhnya. Luthfika menambahkan “Pengalaman bisa mengikuti kompetisi Intenasional adalah pengalaman yang sangat berharga, di sana kami bisa bertemu dengan peserta yang tidak hanya dari Indonesia saja, tapi dari berbagai negara.” ” Harapan saya ke depanya semoga bisa mendapatkan yg lebih baik lagi dari hari ini. Bisa terus membanggakan MA Salafiyah Kajen Pati, semoga yg kami dapatkan hari ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi pemacu semangat teman-teman yg lain juga, supaya bisa mendapatkan prestasi-prestasi yg baik dari apa yg kami capai sekarang”. imbuhnya Adapun Drs. H. Abdul Kafi, M Si selaku kepala MA. Salafiyah Kajen Pati menyambut baik dengan raihan kedua peserta didiknya di tingkat Internasional. Beliau mengatakan akan selalu mendukung program-program guna meningkatkan kualitas dan prestasi anak didiknya secara material maupun non material, dan juga memberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi di bidang apapun termasuk olimpiade untuk meningkatkan kemampuan mereka. “Walau harus mengeluarkan pembiayaan yang tak sedikit, lembaga akan selalu mendukung untuk meningkatkan prestasi anak didik, bukti keberhasilan di Hongkong ini adalah sesuatu yang membanggakan dan buah dari sebuah proses yang serius untuk mencetak generasi muda yang berprestasi”. imbuhnya. (AS/MA.SLF)

    13 Sep
    13 Sep
  • (06/09) MTQ Pelajar XXXIV STQ XXV tahun 2018 Tingkat Kabupaten Pati yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama Kabupaten Pati, diselenggarakan bertingkat mulai tingkat kecamatan sampai dengan kabupaten, MTs Salafiyah mengirimkan empat siswanya di beberapa cabang yang dilombakan. Keempat siswa tersebut masing-masing M Husein Zulfikri cabang tilawah dan tahfidz putra 1 juz, Haniatul Umamah tilawah dan tahfidz putri 1 juz, M Aiz Lutfi Yahya dan Faizatul Inayah cabang Tartil putra putri. Dalam pelaksanaan lomba tersebut MTs Salafiyah meraih beberapa hasil yang membanggakan, diantaranya M. Husein Zulfikri juara 1 tilawah dan tahfidz 1 juz dan Haniatul Umamah Juara 2 tilawah dan tahfidz 1 juz. Kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’ bersyukur siswa-siswinya mampu membanggakan almamater. Namun, selain dari pada hasil, sebuah proses jauh lebih diutamakan. “Alhamdulillah, hasil yang terbaik memang penting, tetapi proses lebih penting. Kami, MTs Salafiyah selalu mengutamakan proses (ikhtiar) kepada anak didik kami, sehingga anak-anak dapat selalu siap dalam menghadapi situasi dengan cara pandang yang baik” umgkapnya. “Seleksi MTQ tahun ini menurut saya lebih kompetitif. Kami selaku pimpinan selalu mendukung dengan doa. Selamat untuk anak-anakku yg mendapat prestasi. Terus tingkatkan! Selamat berjuang!”, Tambahnya[] NEWs_MTs Ulil Albab (Ketua Redaksi At-Tatsqif Bulanan)

    06 Sep
    06 Sep
  • Sebagai makhluk kita hanyalah sebutir kecil dari jutaan yang lain. “Berdoa khusu’ dan tawadhu’ dengan melaksanakan istighosah agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam menjalani Ujian Tengah Semester (UTS). Apabila kita ingat kepada Allah maka ia akan mengingat kita. ” (Moh Muhsin, S Pd I) Sepenggal nasihat dari guru MTs Salafiyah untuk siswa-siswinya sebelum melaksanakan istighosah menyambut UTS semester gasal tahun pelajaran 2018/2019. Kajen (06/09) Ratusan siswa-siswi MTs Salafiyah khusu’ melantunkan bacaan-bacaan istighosah di kelasnya masing-masing. Istighosah dimulai pukul 10.00 WIB, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan MTs Salafiyah. Tujuan dilaksanakannya istighosah tersebut agar siswa-siswi MTs Salafiyah lebih siap dalam menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) hari Sabtu mendatang. Karena selain belajar, sebagai orang beriman berdoa juga sangat penting untuk memperoleh hasil yang kita inginkan. Waka Humas Abi Yaskur, S Pd I mengatakan bahwa tujuan istighosah ini beragam di antaranya adalah agar supaya di dalam pelaksanaan UTS besok berjalan dengan lancar, dan anak-anak dalam belajar berjalan dengan lancar. “Kalau semua ikhtiar sudah dilakukan, tinggal kita menunggu hasil yang diperoleh. Hal itu pasti sesuai dengan seberapa besar usaha yang kita lakukan”, jelasnya.[] News_MTs Aulia Kelas VIII E (Ketua Umum At-Tatsqif 2018)

    06 Sep
    06 Sep
Goto :