-Berita Porsema-

  • SAPU BERSIH LAWAN HINGGA JUARA Dia adalah Zakariya Yahya Ihsanudin yang kerap disapa Zaky. Lahir di Demak, 18 Maret 2006, merupakan siswa kelas VII MTs Salafiyah yang berhasil meraih juara 1 lomba bulutangkis tunggal putra dalam perhelatan Pekan Olahraga Ma’arif NU (PORSEMA) tingkat Kabupaten Pati tahun 2019. Sebanyak 9 atlet bulutangkis putra dari berbagai kontingen MTs/SMP NU Se-Kabupaten Pati dikalahkannya. Keberhasilan ini tidak lepas dari latihan dan kerja keras pemain dan pelatih. Pertandingan di babak awal berlangsung seru, yaitu antara kontingen MTs Salafiyah dan MTs Madarijul Huda Kembang. Kualitas kedua pemain berimbang. Namun, Zaky memenangkan pertandingan dengan dua game langsung, game pertama 21-14, game kedua 21-16. Di point awal, mereka sempat kejar-kejaran nilai dan akhirnya dimenangkan oleh Zaky dengan konsistensi permainannya. Ia pun tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Di babak selanjutnya kualitas semua pemainnya di bawah Zaky sampai semifinal dimenangkan dengan skor telak 21-6 dan 21-1. Di babak final, ia tetap tidak mengalami kesulitan dengan hanya bermain satu game saja, dikarenakan lawan tandingnya tidak dapat melanjutkan pertandingan (retired). Menurut Lizamuddin selaku pelatih, ada sedikit evaluasi dari penampilan kemaren, terutama saat point kejar-kejaran. Zaky terkadang masih melakukan kesalahan sendiri, dan hal itu perlu diminimalisasi agar pertandingan di tingkat provinsi dapat konsisten. “Harapan kami ke depan untuk Zaky, agar selalu berlatih teknik, fisik, dan mental untuk menjaga kestabilan pola permainan. Semoga bisa menjuarai perlombaan tingkat provinsi Juni mendatang”, beber Lizamuddin saat mengakhiri perbincangan dengan Tim Redaksi At-Tatsqif MTs. [Narasumber:Lizam/MTs]

    25 Feb
    25 Feb
  • Margoyoso (23/02) Baru-baru ini LP Ma’arif NU menyelenggarakan acara Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif NU 2019 (PORSEMA) tingkat Kabupaten Pati. Acara tersebut dalam rangka seleksi untuk mempersiapkan kontingen Pati berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah Juni mendatang. Salah satu cabang yang dilombakan adalah futsal. Pada cabang ini, MTs Salafiyah memperoleh juara 1 setelah menaklukkan tim favorit juara yaitu MTs Abadiyah Gabus. Hal tersebut, tidak lepas dari hadirnya pemain mungil bernama Syafiq Haidar yang dijuluki Messi kecil itu. Pemain yang mempunyai penguasaan bola yang sangat apik itu adalah aktor lahirnya gol-gol tim MTsSFC, julukan tim futsal MTs Salafiyah. Para pemain diambilkan dari kelas VII dan VIII yang terdiri atas 10 siswa. Pelatih MTsSFC M Aditya Ainun Afifi mengaku hadirnya messi kecil membawa ruh yang sudah lama mati bagi tim. Itulah mengapa, tim MTsSFC mampu menaklukkan lawan-lawannya dengan sangat mudah, hingga akhirnya dapat memperoleh juara 1 tingkat kabupaten. “Lima kali uji coba persahabatan telah kamu lakukan. Mereka mampu meraih kemenangan, skor kemenangan pun selalu banyak. Masing-masing 11:3, 30:11, 14:5, 13:3, dan yang terakhir lawan tim guru yang mayoritas mempunyai tendangan keras mampu menang 8:5”, ungkap Aditya saat ditemui redaksi At-Tatsqif. “Untuk ke depannya, tetap kami evaluasi bagi tim yang akan berlaga di provinsi nanti. Pembenahan strategi tim dan mental terutama. Setiap sebelum latihan dan uji coba selalu kami adakan arahan dan breafing strategi. Setelahnya pun selalu ada evaluasi dari tim pelatih”, tambahnya. Harapan dari tim pelatih ke depan, agar tim menjadi lebih solid, kuat, dan menjadi tim yg mampu menjuarai semua event di levelnya. Setelah mengalahkan juara bertahan Abadiyah di final 5:2 yang keseluruhan pemain posturnya jauh lebih tinggi dan besar. Atlet futsal MTsSFC melaju ke tingkat provinsi mewakili Pati. Terakhir, impian utamanya dari tim saat melaju ke provinsi mampu meraih gelar juara. [MTs/Tatsqif]

    25 Feb
    25 Feb
  • Dalam rangka mengevaluasi hasil belajar siswa-siswi kelas IX mata pelajaran unggulan yaitu Tahfidz Al-Quran dan Qiroatul Kitab, MTs Salafiyah melaksanakan ujian akhir tes Baca Kitab dan Tahfidzul Quran. Acara tahunan ini dilaksanakan pada Ahad (10/02) mulai pukul 07.00 sampai selesai di lingkungan MTs Salafiyah, dengan mengundang seluruh wali santri untuk mendampingi putra-putrinya. Diikuti seluruhnya 265 siswa MTs yang pada tahun ini sedang duduk di kelas IX. Dalam praktiknya pembacaan tahfidz Al-Quran, yaitu juz 1 sampai juz 20 untuk siswa beasiswa tahfidz (membaca masing-masing 3 jus), diikuti pembacaan juz 29, dan diakhiri juz 30. Untuk Tes Baca kitab masing-masing santri membaca materi wajib yg telah ditentukan, dilanjutkan membaca materi pilihan dari penguji, diteruskan pertanyaan Tarkib. Acara tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Quran dan belajar baca kitab kuning sejak dini. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan untuk membina dan mendidik siswa-siswi agar selalu semangat belajar Al-Quran dan Tafaquh Fiddin. Kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’ mengatakan bahwa semua santri di MTs Salafiyah yang nanti lulus ujian Tahfidz Al-Quran dan kitab harus menghormati guru-gurunya, agar hafalan yang sudah dihafal tidak hilang. “Sebelumnya para penguji sudah diberi breafing dulu guna menjunjung tinggi tiga asas kepastian, keadilan, dan manfaat. Untuk siswa unggulan 3 juz dan kitabnya sampai kitabus shiyam”, ungkapnya saat sambutan Ghufron Halim MM selaku perwakilan Ketua Yayasan Salafiyah mengatakan keutamaan orang yang hafal Al-Quran salah satunya adapah nanti akan dipilih sebagai imam. Selain itu, hidupnya juga akan memperoleh keberkahan dengan menjaga hafalannya. Salah satu wali santri dari Nabila Hernanda Ibu Hanik asal Banten mengatakan “Acara seperti ini bagus, dapat memotivasi siswa dan orang tua supaya lebih giat belajar. Tolabul ‘Ilmi Hafidul Qur’an, bahagia melihat anak-anak yang salih dan shalihah, mudah mudahan ke depannya lebih banyak siswa yang hafal Al-quran”.Kemudian, wali dari Hanifa Yani Pak Bambang (41) asal Tambakromo Pati menambahkan “Acara ini sangat bagus, menambah kelebihan anak dalam mengaji. Semoga MTs Salafiyah tambah maju”, pungkasnya.[] NEWs MTs: TimRedaksi At-Tatsqif Bulanan MTs Salafiyah

    18 Feb
    18 Feb
  • Memaknai (hari) Kasih Sayang Setiap langkah kita adalah wujud kasih sayang Tuhan kepada makhluknya. Setiap hari, tangan bergerak dan seluruh anggota tubuh dapat bekerja itu tidak lain dari nikmat Allah yang tiada tara. Maka untuk mendeskripsi itu, tidak cukup hanya dirayakan dengan sehari yang terdiri atas 24 jam saja 14 Februari. Bukan juga tentang bersyukur kemudian seterusnya lupa dengan pemberian itu. Ia hadir di setiap aktivitas manusia yang tiada hentinya, kecuali jika kematian telah menghampiri. Kita harus kembali ke titah manusia sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadah. Saya teringat pengajian yang dibawakan salah satu kyai kampung dulu, bahwa dalam surat al-fatikhah terdapat lafadz basmalah. Ia mengandung banyak makna yaitu sebuah ringkasan dari isi keseluruhan Al-Quran. Di sana terdapat penjelasan asma Allah yang maha pengasih dan penyayang. Itu berarti bukan ke siapa dan hitungan hari saja–melainkan itu kepada semua mahluk. Tidak pilih kasih satu dan lainnya. Dalam jangka yang panjang, dan bukan hanya sebatas satu hari seperti hari valentine yang jatuh di hari ini 14 Februari 2019. Kasih sayang macam apa yang seperti itu? Berikut rangkuman beberapa tanggapan mengenai hari kasih sayang itu. 1.  Budaya/AdatValentine merupakan budaya/adat suatu daerah yang memiliki nilai sejarahnya tersendiri. Seperti adat budaya jawa satu sura. Kita harus menghormati siapapun yang menjunjung tinggi hal itu. Demikian itu juga harus kita hormati pada siapapun yang meyakini hari valentine itu. (Siwi Agustina, pegiat teater dan penulis naskah Kudus) 2. Menghormati KeputusanNaif jika kita menganggap hari untuk mencurahkan kasih sayang adalah Hari Valentine—sebagaimana kita menganggap hari untuk mengungkapkan segala hormat kepada ibu hanya terjadi pada Hari Ibu. Tetapi begitulah kita; kita senang dengan hal-hal seremonial, yang diadakan tidak setiap hari, sebagai suatu simbol yang katanya mewakili apa-apa di keseharian. Pada akhirnya, entah kita memutuskan merayakan Valentine atau tidak, yang perlu kita lakukan adalah menghormati keputusan orang lain. Biarlah mereka mengungkapkan kasih sayang, dan biarkan diri kita mencurahkan segala kasih kepada semua. (Abu Rifai: Penulis lepas, CEO nesatopia.com mahasiswa Sastra Inggris Unnes) Tulisan ini dimuat di buletin At-Tatsqif edisi khusus 14 Februari 2019.

    18 Feb
    18 Feb
  • KAJEN – Pagi hari, tepatnya Jumat (15/02), Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS) MTs Salafiyah melaksanakan pelatihan pengurusan jenazah untuk siswi kelas VIII MTs Salafiyah Kajen. Dilaksanakan di ruang galeri MTs dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, dengan mendatangkan praktisi ahli di bidangnya. Acara ini merupakan program kerja KPPS tahun 2018/2019 yang bertujuan untuk menambah wawasan keagamaan, khususnya dlm hal mengurus jenazah. Pembina KPPS Yunia Ahsanti Amalia mengungkapkan kegiatan pelatihan tersebut juga digunakan untuk ajang praktik Mapel agama bagi siswa. “Pelatihan ini diharapkan untuk memupuk sikap toleransi terhadap sesama umat islam, yang dimulai sejak dini. Juga dapat mengingatkan kembali bahwa kematian akan datang kapan dan di manan saja. Agar mereka ingat ibadah, bahwa hanya amal baik yang akan dibawanya nanti”, bebernya. Dalam praktiknya, siswa yang ikut sangat antusias karena mereka langsung dibimbing memandikan dan mengkafani jenazah dengan dipandu oleh Ibu Siroh, seorang praktisi dari desa Kajen. Untuk yang tidak kebagian tempat, mereka antusias mencari tempat strategis guna melihat secara saksama proses tersebut. Karena yang menghadiri acara tersebut sangat banyak, yaitu sekitar 211 siswa. Harapan setelah acara tersebut, peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapatkan di masyarakat kelak. Karena saat ini masih sedikit dari kaum perempuan yang ahli dalam hal ini. [] NEWs_MTs Red. At-Tatsqif MTs Salafiyah

    15 Feb
    15 Feb
  • KAJEN-Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS) MTs Salafiyah bekerja sama dengan At-Tatsqif baru-baru ini mengadakan lomba menulis artikel bagi siswa-siswi MTs Salafiyah Kajen. Lomba tersebut dilakukan untuk menumbuhkah budaya literasi di madrasah yang dimulai sejak dini. Lomba tersebut dibagi tiga tahapan, yaitu publikasi, pengumpulan karya, dan penjurian. Dimulai tanggal 21-30 Januari 2019. Pembina KPS Miftakhurtohman mengatakan bahwa siswa setingkat MTs wajib memfilter diri mereka masing-masing lewat bacaan yang bermanfaat. “Berita hoax sekarang muncul di berbagai elemen kehidupan. Maka dari itu, lewat karya-karya mereka itu, akan menjadi bacaan segar di kalangan siswa-siswi MTs Salafiyah”, ungkapnya di sela-sela istirahat mengajar. Tema lomba menulis itu juga masih seputar Desa Kajen, yaitu Aku dan Pesantren. Karya yang terkumpul di tahun pertama acara ini diadakan sudah lumayan banyak, yaitu sekitar 25 karya dari kelas VII, VIII, dan IX. Dari ke 25 Artikel tersebut diambil enam karya terbaik sebagai nominasi. Tiga di antaranya adalah yang menjadi pemenang lomba tersebut. NEWS_MTs (At-Tatsqif MTs Salafiyah)

    06 Feb
    06 Feb
Goto :