Tumbuhkan Kepedulian Lewat Donor Darah

  • PATI – Menumbuhkan sikap peduli dan peka terhadap kesehatan masyarakat, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah. Hal tersebut ditunjukkan para siswa dan guru yang berada di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen, yakni MA, SMK, dan MTs Salafiyah. Mereka tampak antusias sebagai pendonor dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Salafiyah Kajen bekerjasama dengan PMI Pati pada hari rabu (30/10) bertempat di Aula MA Salafiyah Kajen. Dalam kegiatan itu tidak hanya donor darah, tapi juga melakukan cek golongan darah bagi para peserta didik yang belum mengetahuinya. Sekitar 712 siswa yang berasal dari kelas VII MTs dan kelas X MA secara bergantian dari pagi hingga siang melakukan cek golongan darah. Luqman Hakim, pembina PMR Salafiyah Kajen mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini sebagai wujud kepedulian siswa MA, SMK dan MTs Salafiyah kepada sesama. Sehingga para siswa juga peka terhadap kesehatan masyarakat. ” hasil darah yang didapatkan dari para pendonor, diharapkan mampu menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan darah. ” imbuhnya Beliau juga berharap dengan kegiatan ini, siswa terlatih berjiwa sosial dalam dirinya juga memberikan manfaat terhadap sesama manusia. Untuk cek darah berguna untuk mengetahui jenis golongan darah yang terkandung dalam siswa dan bermanfaat untuk semisal dikemudian hari terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Elina Dhita Sukma ketua PMR Salafiyah mengatakan hasil secara keseluruhan jumlah pendonor dalam kegiatan ini berjumlah 150 pendonor. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu jumlah tahun ini ada peningkatan. Sedangkan jumlah peserta yang mengikuti tes golongan darah berjumlah 712 siswa. ” Kami telah melaksanakan kegiatan ini rutin setiap tahun sebagai agenda program. Alhamdulillah, setiap tahunnya, jumlah pendonor terus bertambah. Baik dari para siswa maupun para guru.” ujarnya (AS/MASLF)  

    31 Oct
    31 Oct
  • Ada yang baru dalam program Yayasan Salafiyah Kajen tahun pelajaran 2019/2020 ini, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Guru dan Karyawan supaya menjadi lebih baik. Terobosan inilah yang menghasilkan kegiatan Study Banding seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Yayasan Salafiyah Kajen. Selasa (22/10) usai ikut melaksanakan Peringatan Hari Santri (HSN) bersama seluruh santri Kajen dan sekitarnya, serta acara kirab santri. Pendidik dan tenaga kependidikan, melanjutkan agenda kegiatan yayasan, yaitu dengan belajar atau study banding ke Yayasan Nurul Jadid Probolinggo. Sekitar kurang lebih tiga hari, mereka melaksanakan Studi Banding yang pemberangkatan dilaksanakan Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Disediakan 4 armada bus untuk menampung setidaknya maksimal 200 orang. Estimasi armada tersebut dikarenakan ada beberapa guru dan karyawan yang sudah izin tidak mengikuti karena udzur syar’i. Mengapa di Yayasan Nurul Jadid? Ketua Yayasan Salafiyah  Bapak H NM Syaiful Rijal mengungkapkan salah satu alasannya adalah karena yayasan tersebut berciri khas sama dengan Salafiyah, yaitu dalam hal pembelajaran dan kurikulum pesantrennya. Karena pendiri yayasan adalah salah satu murid dari KH Hasyim Asy’ari. Cikal bakal berdirinya beberapa lembaga juga atas dasar arahan dari Mbah Hasyim. “Karena pesatnya perkembangan di masing-masing lembaga yang ada di Nurul Jadid merupakan alasan utama. Di tahun ini yang tercatat nyantri di sana sudah mencapai 10.000 santri. Itulah mengapa kita harus mengadopsi beberapa hal yang dapat di terapkan di madrasah kita ini”, ungkapnya via WhatsApp. Selain itu, salah satu peserta Study Banding sekaligus kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’, SH MSi mengungkapkan bahwa acara tersebut sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) yayasan tentang peningkatan standar pendidik. Hasil yang didapatkan dari Yayasan Nurul Jadid berupa keunggulan mereka, akan coba kita terapkan di Salafiyah Kajen. “Jangan sampai puas dengan apa yang kita miliki saat ini. Jangan juga kita berhenti belajar, karena kita ketahui bersama bahwa belajar itu wajib sejak lahir sampai dengan akhir hayat”, ungkap Pak Masyfu’ beberapa waktu lalu. “Harapannya, semoga ke depan yayasan dapat memprogram kegiatan ini minimal 4 th sekali sesuai RKM/S”, tegasnya.[] (OIM/SLF/MTs)

    29 Oct
    29 Oct
  • MARGOYOSO-Baru-baru ini, terlihat puluhan siswi kelas VII MTs Salafiyah melaksanakan praktik pembelajaran. Inovasi ini mulai dilaksanakan 2 tahun yang lalu. Praktik yang dilakukan adalah pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membuat atau menyajikan makanan dan minuman. Setelah praktik yang dilakukan, mereka meminta penilaian guru-guru terkait hasil makanan yang dihasilkan. Mereka mengunjungi guru di kelas atau di kantor guru untuk menawarkan produk hasil buatannya. “Terdapat dua tujuan. Pertama berorientasi pada praktik materi pembelajaran. Kemudian kedua adalah praktik berwirausaha yaitu menghasilkan produk yang menarik untuk penilaian guru”, ungkap Zubaidah guru mapel Bahasa Indonesia. Model-model pembelajaran seperti ini harus terus ditingkatkan untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif dan inovatif. Hasilnya, agar siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik. “Saya senang menjalankan praktik ini. Perintah dan arahan guru saya lakukan, sehingga tidak bingung lagi saat bekerja dengan kelompok”, tutur salah satu siswa kelas VII putri MTs. (M/MTs-SLF)  

    29 Oct
    29 Oct
  • MARGOYOSO – Puluhan Santri Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen telah melakukan praktek Rukyah. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan ilmu falak. Diharapkan, dengan pengalaman itu, para siswa mampu mempelajari tentang perbintangan, penanggalan dan perhitungan tahun, seperti mempelajari penentuan masuknya awal bulan Hijriah. Dalam prakteknya, para siswa kelas XII jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 2 konsentrasi Kitab Kuning itu diajak datang langsung ke pantai Kartini, senin (28/10). Para siswa itupun begitu antusias mempraktekkan teori yang telah diberikan di kelas. Dalam kegiatan Rukyah ini, mereka melakukan pengamatan secara langsung dan juga menggunakan alat (Teodolit) yang dipandu oleh beberapa guru ilmu falak dan Kyai Agus Yusrun Nafi’ pengasuh PonPes Sirojul Hannan Jekulo Kudus dan dosen Ilmu Falak IAIN Kudus. Sekitar 75 pelajar itu, mulai pukul 16.50 diberikan pengarahan tentang  tata cara penggunaan alat untuk melakukan pengamatan. Sedangkan pada pukul 17.31 para peserta didik terlihat begitu berkosentrasi melakukan pengamatan sesuai perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, mereka fokus pada arah dan waktu sesuai yang diprediksikan. Adapun lama hilal, yakni 15 menit 26 detik. Semua siswa yang melakukan pengamatan baik secara langsung dengan mata telanjang maupun menggunakan alat. Sedangkan menurut perhitungan Hisab, matahari tenggelam pada pukul 17.31 dengan tinggi Hilal 03 derajat 30 menit 06 detik dan elongasi 05 derajat 47 menit  37 detik. Kepala Madrasah KH. Abdul Kafi mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar para siswa mendapatkan pengalaman baru karena bisa melakukan ru’yah dan melihat Hilal secara langsung. Beliau menuturkan, dalam proses pembelajaran peserta didik memang diajak untuk tidak hanya mendapatkan ilmu secara teoritis maupun hafalan saja. “Lebih dari itu, mereka juga perlu menambah wawasan dan ketrampilannya dengan kegiatan lapangan atau praktik sebagai wujud aplikasi teori yang didapatkan dari kegiatan belajar mengajar di kelas,” jelasnya. Dalam kegiatan ini, lanjut KH. Abdul Kafi,  bertujuan untuk mengukur kemampuan para siswa dalam mengaplikasikan teori dalam sebuah praktek. Selain itu, agar lebih memotivasi para peserta didik untuk terus mendalami ilmu-ilmu agama, khusunya ilmu Falak. “Yang akhirnya kami berharap akan banyak bermunculan ahli-ahli Falak di generasi milenial,” imbunya. Sejatinya, kegiatan ini merupakan program wajib dari Madrasah yang didukung sepenuhnya oleh pihak Yayasan Salafiyah Kajen. Dalam kegiatan ini diikuti oleh kepala Madrasah beserta para wakil kelapa dan juga dari pengurus Yayasan. KH. Ghufron Halim selaku ketua yayasan Salafiyah dalam sambutannya mendukung dan berharap kegiatan ini menjadi  bermanfaat dan barokah untuk semua. “Juga dari sini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata beliau. (AS/MASLF)  

    28 Oct
    28 Oct
  • MARGOYOSO – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019, ribuan santri dari yayasan Salafiyah Kajen turut meramaikan Kirab Santri. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Forum Kominikasi Pengasuh Pesantren Kajen (FKPPK) Kajen Margoyoso, selasa (22/10) lalu. Pada perayaan HSN tahun ini, di lingkup Yayasan Salafiyah Kajen berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya, diadakan upacara di lingkungkan Salafiyah sendiri. Untuk kali ini seluruh keluarga besar yayasan dari mulai pengurus, para siswa dari mulai dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), turut memeriahkannya. Tak hanya itu, seluruh santri dari pondok pesantren yang bernaung dibawah yayasan, hingga ustadz dan ustadzah turut mengukuti upacara dan kirab secara bersama dengan delegasi Pondok Pesantren se kajen dan sekitarnya dengan menggunakan pakaian mencerminkan santri. Ketua yayasan Salafiyah, H.NM. Saifur Rijal Ajib mengatakan, untuk perayaan tahun ini memang sengaja tidak diadakan di lingkungan Salafiyah sendiri, tetapi bergabung dengan perayaan HSN yang diselenggarakan secara bersama di Kajen oleh Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren Kajen. “Perayaan hari Santri adalah sebagai salah satu wujud syukur bagi kita santri Salafiyah. Yang mana Hari Santri adalah anugerah tersendiri yang wajib kita syukuri dengan ikut serta dalam memperingatinya,” Jelasnya belum lama ini. Gus Rijal menambahkan, pada kirab kali ini keluarga besar yayasan Salafiyah mengerahakan sekitar 2600 para santri, beserta ustadz dan ustadzahnya. bahkan, untuk meramaikan acara kirab, pihaknya mengirimkan dua group marcingband. Yakni Bahana Saka Marching Band dari MTs Salafiyah dan Bahana Swara MarcingBand MA Salafiyah Kajen. “Para santri juga membawa berbagai poster hasil kreatifitas mereka sebagai ungkapan kegembiraan dihari santri. Mereka juga membawa bendera dari berbagai lembaga yang ada di yayasan Salafiyah hingga bendera Merah Putih dan Bendera NU (Nahdatul Ulama),” tandasnya. (AS/MASLF)  

    25 Oct
    25 Oct
  • Kekeringan melanda di sejumlah daerah yang ada di wilayah Pati dan sekitarnya. Setidaknya pernyataan itu diambil dari beberapa laporan masyarakat kepada tim tanggap bencana Yayasan Salafiyah Kajen beberapa waktu lalu. “Beberapa laporan tersebut bersumber dari wali murid santri Salafiyah sendiri. Mereka mengaku bahwa sangat sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak dan bersih diri”, ungkap koordinator tim Ali Mahmudi. Koordinasi cepat dilaksanakan oleh tim. Alhasil, mereka mentargetkan sekurangnya ada 50 bantuan tangki air bersih untuk dikirimkan ke beberapa desa yang ketersediaan airnya memprihatinkan. “Sampai saat ini kita sudah menyalurkan sebanyak 31 tangki air bersih untuk beberapa wilayah, seperti Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Jakenan, Juana, dan Jaken”, ungkap Ade Irma Widodo, koordinator lapangan tim tanggap bencana. Selain itu,  Salah satu tim lapangan Nanang Taufiq Bahtiar saat ikut langsung menyalurkan bantuan air mengaku prihatin ketika melihat antusiasme masyarakat saat mengambil air dalam tampungan. “Saya rasanya tidak bisa tinggal diam, akan terus berusaha mencari bantuan air dari para dermawan bersama tim. Yang kemudian akan kami salurkan, sebelum datangnya hujan”, ungkapnya.[] #Yayasan_Salafiyah  

    11 Oct
    11 Oct
Goto :