SALAFIYAH EXPO KAMPUS 2017

  • Bentuk kepedulian para alumni terhadap asal sekolahnya bisa berbentuk apa saja, seperti halnya yang dilakukan oleh para anggota IKLAS ( Keluarga Alumni Salafiyah)  yang sekarang telah belajar diberbagai Perguruan Tinggi diseluruh jawa telah mengadakan kegiatan Salafiyah Expo Campus 2017 pada hari sabtu (28/1) merupakan bentuk nyata masih adanya kepedulian dan keterikatan antara para alumni dengan SMK dan MA. Salafiyah Kajen tempat dimana mereka dahulu menimba ilmu sebelum dibangku kuliah.

    02 Feb
    02 Feb
  • KAJEN – Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (Iklas) mengadakan “Salafiyah Campus Expo 2016” bertajuk Satu Langkah Menjejak Mimpi pada Sabtu (6/2) bertempat di halaman parkir guru MA. Salafiyah Kajen. Ekspo kampus kedua yang diadakan di MA. Salafiyah ini menampilkan tiga puluh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta terkemuka di Jawa, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Univeritas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Stikes Karya Husada Semarang, Stikes Cendekia Utama Kudus, Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) dari Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Surabaya, Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati, dan masih banyak yang lainnya.

    15 Feb
    15 Feb
  • NO. JENIS KEGIATAN WAKTU PESERTA 1 Pengobatan Masal dan Pembagian Sembako 5-6 Januari 2015 Masyarakat sekitar 2 Gebyar Seni dan Olah Raga 7-8 Januari 2015 RA/MI/MTs/MA. Se Karesidenan Pati 3 Kirab budaya dan jalan sehat 9 Januari 2015 Seluruh Santri Salafiyah, Para Undangan dari Sekolah sekitar dan alumni 4 Orasi Kebangsaan 9 Januari 2015 Menteri Pemuda & Olahraga RI dan Silaturrahim Tokoh Muda se-Kab. Pati 5 Diskusi Panel 9 Januari 2015 Qoyyum Manshur Yusuf Khudlori Dr. Abdul Ghofur Maemun, MA. Dr. Fadholan Musyafa’,MA. 6 Temu Alumni Nasional Ke-3 10 Januari 2015 Seluruh Alumni 7 Kajen Bershalawat 10 Januari 2015 Seni Musik Balasik Ponpes. Roudlotul Mubtadiin Jepara dan para santri di wilayah Pati 8 Khotmil Qur’an Bil Ghoib dan Bin Nadzar 11 Januari 2015 Alumni, Santri & Civitas Akademik 9 Ziarah Ke Makam KH. Sirdj 11 Januari 2015 Alumni & Civitas Akademik 10 Pengajian Akbar 11 Januari 2015 Masyarakat sekitar
    12 Des
    12 Des
  • oleh : N Alfian A (Alumni MA Salafiyah angkatan 2010) Sejauh ini geliat sastra di tanah air telah mengalami kemajuan. Hal itu terbukti bahwa hampir setiap hari, penerbit menerbitkan novel, antologi puisi, buku bahkan media cetak yang notabennya ada kolom sastranya. Belum lagi ditambah geliat komunitas-komunitas di berbagai daerah, yang tiap harinya nguri-nguri sastra, baca puisi, maupun bermain drama.

    12 Feb
    12 Feb
  • Salafiyah penuh barokah. Kalimat itu beberapa hari terakhir sering saya dengar saat komunikasi via chatting fb dengan beberapa alumni yang sekarang telah berkiprah di Masyarakat. Life is full of possibilities, hidup selalu penuh dengan segala kemungkinan, itulah bahasa sederhana yang dapat saya ungkapkan ketika melihat banyaknya alumni Salafiyah yang sekarang mendapat kesuksesan atau berada di jalur yang benar guna meraih hal tersebut.

    25 Des
    25 Des
  •      Oleh: Juwari Dalam bukunya yang berjudul Nasionalisme: Arti dan Sejarahnya, Hans Kohn, mendefinisikan   nasionalisme sebagai suatu paham, yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara – kebangsaan. Namun, sebagaimana yang ditekankan oleh Cak Nur (2004: 32), perlu diberikan kualifikasi “modern” pada nasionalisme, bahkan untuk Indonesia diletakkan dalam bingkai perikemanusiaan yang adil dan beradab. Sebab, nasionalisme “kuno”, seperti yang banyak dikhawatirkan orang, adalah eksistensi faham kesukuan atau tribalisme yang sempit dan sewenang – wenang terhadap suku lain. Sebaliknya, nasionalisme modern adalah faham tentang hak bagi suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri, sehingga faham ini anti dengan imperalisme dan konsisten dengan prinsip – prinsip demokrasi,

    25 Des
    25 Des
Goto :