Tahlil Bersama Peringatan Haul Mbah Baedlowi Ke-36

  • Yayasan Salafiyah Kajen melaksanakan tahlil bersama di lingkungan Makam Syaikh Ahmad Mutamakkin dalam rangka Haul Pendiri Madrasah Salafiyah KH Baedlowi Siradj ke-36, Selasa (5/6). Acara yang dilaksanakan itu merupakan agenda tahunan yayasan dalam rangka mengenang dan turut mendoakan para pendahulu yang telah berjuang mengabdikan diri untuk madrasah dan agama. Harapannya agar siswa dapat mengenal dan dapat menjadikan mereka teladan bagi diri, serta kelak dapat meneruskan perjuangan para pendahulu. Sesepuh Salafiyah Kajen KH Husain Abdul Jabbar menceritakan sepenggal kisah Mbah Baedlowi sebelum ia memimpin tahlil. “Sepulangnya ngangsukaweruh dari Makkah selama lebih kurang 9 tahun. Mbah Baedlowi diberi pacul oleh ayahanda Mbah Siradj untuk mencangkul atau istilahnya merintis mendirikan madrasah. Itulah awal berdirinya Madrasah Salafiyah, yang dahulu baru berdinding gedek. Saat itu saya masih kelas 2 MI, dan merasakan sendiri ketelatenan dan kesabaran Mbah Dlowi (sapaan akrabnya) saat mendidik para santri”, ungkapnya. Selain itu, Kyai Masrukhan salah satu pengurus yayasan Salafiyah mengatakan bahwa acara haul sendiri diadakan berbarengan dengan Nuzulul Quran dengan tujuan efektifitas waktu, serta sebagai khataman seluruh rangkaian kegiatan ramadhan. “Mbah Baedlowi sendiri wafat saat bulan ramadhan. Tepatnya tanggal 3 ramadhan. Untuk itu bagus juga dirangkai dengan aktivitas santri saat ramadhan. Pastinya akan semakin meriah”, bebernya. (MR/Slf)

    06 Jun
    06 Jun
  • Bulan ramadhan dari tahun ke tahun biasannya identik dengan kegiatan ”Fastabiqul Khoirot” atau lebih dikenal dengan kegiatan berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan, sebagai contoh antara lain seperti yang sedang trend di kalangan remaja zaman sekarang ialah pembagian takjil menjelang berbuka, tadarus Al-quran, shalat tarawih, i’tikaf, dzikir, dan peningkatan ibadah-ibadah yaumiyah. Begitu juga dalam lembaga-lembaga pendidikan, khususnya madrasah di bawah kementrian agama. Di MTs Salafiyah Kajen misalnya, menyambut Nuzulul Quran 17 Ramadhan dengan melaksanakan lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) pertama tingkat SMP/MTs dengan kitab kuning yang dibaca adalah Kitab Fathul Qoqrib (Taqrib) dan Minahus Sanah. Acara tersebut dilaksanakan pada Senin (04/06) berlangsung di ruang galeri MTs Salafiyah mulai pukul 08.00 WIB, dengan jumlah peserta 37 siswa dari kelas VII dan VIII. Lomba yang tergolong baru tersebut dibagi dua sesi yaitu babak penyisihan dan babak final. Ketua panitia M Muhyiddin, S Pd I mengatakan bahwa acara MQK ini bertujuan untuk meningkatkan ghirrah tafaquh fiddin di kalangan siswa-siswi MTs Salafiyah dengan lebih mengenal kitab kuning dari sisi harakat, tarkib (kedudukan kalimat), dan maknanya. “Acara MQK ini bertujuan agar siswa MTs Salafiyah tidak asing lagi dengan kitab-kitab salaf dan dapat terbiasa dengan suasana lomba. Kedepannya, mereka tidak lagi canggung jika tampil saat lomba di luar madrasah”, ungkapnya dalam sambutan pembukaan. Salah satu peserta Rimayang dari kelas VII E merasa senang dapat ikut lomba MQK tahun ini. Ia menyambut positif acara tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kualitas siswa-siswi MTs Salafiyah dalam penguasaan kitab kuning/salaf. “Saya pribadi walaupun masih awam dengan kitab kuning, turut mendukung supaya acara MQK ini dapat istiqomah”, tuturnya. Sementara itu, kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’ SH M Si menyampaikan pesan bahwa acara yang akan dilangsungkan itu adalah sebagai tonggak pertama tingkat MTs ada MQK. “Melaksanakan kebaikan memang awalnya sedikit-sedikit. Sedikit tapi bermanfaat lebih berharga daripada banyak yang tidak maksimal”. “Tidak akan sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Kesempatan yang langka ini semoga dapat dimaksimalkan oleh siswa-siswi MTs untuk mengembangkan diri. Semoga dapat me. nggapai cita-cita dan kemulyaan di masa-masa mendatang”, tambahnya. (MR/MTs-slf)

    04 Jun
    04 Jun
  • Kajen- Kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’, SH M Si mengadakan Rapat Pleno Kenaikan Kelas, Sabtu 2 Juni 2018. Acara tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh setiap sekolah dan madrasah tanpa terkecuali MTs Salafiyah Kajen. Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama ini selalu melaksanakan rapat kenaikan kelas bagi siswa kelas VII dan kelas VIII yang akan naik menjadi kelas VIII dan kelas IX. Acara yang diikuti oleh semua guru dan karyawan MTs Salafiyah itu berlangsung di lingkungan madrasah mulai pukul 10.30 WIB. Dipimpin langsung oleh Kepala MTs Salafiyah Kajen. Ia mengatakan acara tersebut masih merupakan kewajiban guru yaitu melaksankan evaluasi pembelajaran. “Salah satu peran seorang guru adalah sebagai evaluator. Agar kita tahu sejauh mana perkembngan belajar siswa. Inilah yang tidak boleh ditinggalkan oleh segenap guru MTs Salafiyah”, ungkapnya saat sambutan hari ini. Selain itu, dalam kegiatan tersebut diawali dengan tahlil umum yang dipimpin oleh Kyai Suparman. Harapannya, acara yang dilakukan dalam rangka evaluasi perkembangan siswa dapat berkah dan diridhoi oleh Allah. Acara diakhiri dengan pembacaan hasil keputusan musyawarah oleh Waka Kurikulum Bapak Agus Salim Lc MA. “Anak yang tidak mencapai target standarisasi pembelajaran terlebih dahulu akan diberikan pembinaan.  Namun,  jika masih saja tidak ada perkembangan terpaksa akan dimutasikan”, tuturnya saat memimpin rapat. (MR/MTs-slf)

    02 Jun
    02 Jun
  • Kajen (03/05) MTs Salafiyah Kajen melaksanakan pelantikan pramuka untuk siswa-siswi kelas VII di pantai Gua Manik Kabupaten Jepara. Selain siswa-siswi kelas VII, ada juga kakak-kakak senior yang diambil dari kelas VIII dan beberapa siswa SMA/MA, anggota PMR, serta guru-guru pendamping. Pelaksanaan pelantikan untuk tahun ini diikuti sebanyak 370 siswa.

    12 Mei
    12 Mei
  • “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS Al-Isra’: 1).   Kutipan ayat di atas merupakan bukti adanya peristiwa dasyat Isra’ Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk memperoleh perintah menjalankan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut biasanya diperingati oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia setiap tanggal 28 Rajab. Pada hari ini Senin (15/4) MTs Salafiyah Kajen mengadakan acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, walaupun waktunya mundur dua hari. Hal itu dikarenakan pada tanggal 28 Rajab/13 April madrasah diliburkan. Acara dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha berjamaah dan dilanjutkan dengan pelaksanaan acara di halaman MTs Salafiyah pusat.   Ade Irma Widodo S Pd Waka Kesiswaan MTs mengatakan bahwa acara semacam ini sudah berlangsung tiap tahun. Hal itu bertujuan untuk lebih mencintai dan mendalami makna dari Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan panjang Nabi Muhammad SAW. “Jika kita meresapi makna dari Isra’ Mi’raj, maka kita akan tahu begitu pentingnya melaksanakan perintah sholat lima waktu sebagai bukti bahwa Allah itu Maha Pemurah. Saking murahnya, perintah sholat yang awalnya 50 kali sehari semalam didiskon sampai hanya 5 kali saja”, terangnya.   Susunan acara peringatan tersebut meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, tausiyah Isra’ Mi’raj dan diakhiri dengan penutupan. Dalam pelaksanaannya ditampialkan juga grup rebana putra dan putri MTs Salafiyah yang membuat acara lebih meriah.[]   Ditulis oleh Aulia RS, sekarang duduk di kelas VIII E (Diterbitkan di Bulletin Trywulan At-Tatsqif edisi April 2018)

    16 Apr
    16 Apr
  • Margoyoso (15/04) Yayasan Salafiyah Kajen mengadakan agenda tahunan yaitu ziarah bersama siswa MTs, MA, dan SMK ke makam KH Muh Muzakkin Husain Gesing Sidomukti dan Syaikh Muhammad Hendro Kusumo Gambiran Sukoharjo Pati. Pemberangkatan dilakukan pada pukul 08.00 WIB dengan alat transportasi menggunakan truk yang didatangkan dari lingkungan sekitar.   Acara yang digelar setiap tahunnya itu bertujuan untuk penghormatan pada para pejuang-pejuang Islam, khususnya guru-guru yang dulu mengabdikan diri di Yayasan Salafiyah. Selain itu, acara tersebut juga sebagai upaya melestarikan budaya Ahlussunnah Wal Jamaah, sekaligus sebagai aplikasi pengajaran pendidikan agama yang pernah diterima para siswa.   Abi Yaskur S Pd I mengatakan bahwa acara ziarah merupakan pembiasaan yang baik di Yayasan Salafiyah Kajen. “Hal itu justru dapat dijadikan pengingat bahwa meninggal itu pasti bakal kita alami. Oleh karena itu saya menginginkan peserta didik memanfaatkan hidupnya dengan baik, syukur-syukur diwarnai dengan beribadah”, bebernya. Diterbitkan di Bulletin Trywulan At-Tatsqif/MTs/SLF/Edisi-April-2018

    16 Apr
    16 Apr
Goto :