Organisasi KPS KPPS Melaksanakan Serasehan Bulanan dan Khatmil Qur’an Bin Nadzor

  • KAJEN– Pelaksanaan Kegiatan Program Serasehan dan Kotmil Qur’an Bin Nadzor dilaksanakan Organisasi Intra, yaitu Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS) dan Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS) MTs Salafiyah Kajen setiap satu bulan sekali. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/02) mulai pukul 13.00 WIB di gedung MTs Salafiyah. Diikuti oleh seluruh pengurus organisasi dan ketua kelas di semua jenjang. Pembina KPS Bapak Miftakhur Rohman mengatakan bahwa kegiatan rutin setiap sebulan sekali yang di adakan oleh KPS/KPPS itu sebagai program evaluasi kinerja pengurus harian dan kelas. Agar seluruh siswa dapat saling mengevaluasi, dan bertukar pikiran demi kemajuan organisasi dan madrasah. Kyai Muhsin, S Pd I menyampaikan beberapa nasihat ketika mau memulai memimpin hadoroh. Salah satunya berisi motivasi dan hal-hal yang terkait dengan teknis khotmil Qur’an. “Hal ini juga diupayakan sebagai sarana ber-Taqqarub kepada Allah SWT. Seorang santri harus bisa mengenal Al-Qur’an lebih dalam, tidak hanya sekedar membaca tetapi juga perlu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sifat dan prilaku kita juga harus mencerminkan nilai-nilai Al-Quran”, ungkapnya.  [@humas_mts]

    27 Feb
    27 Feb
  • Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen, Bapak Drs. Ulin Nuha, M. Si melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Masa Bakti 2020-2025 di Sekuro Village Beach Resort, Mlonggo Jepara pada hari sabtu, 16 Februari 2020. Acara yang dikonsep berlangsung selama dua hari ini merupakan agenda perdana pengurus IKLAS setelah pada Temu Alumni Nasional ke-4, tanggal 8 september 2019, Bapak Drs. H. Saiful Bahri, M. Si kembali terpilih untuk menahkodai organisasi yang berangggotakan puluhan ribu alumni ini. Acara Pembukaan dimulai pukul 15.00 wib, dimulai dengan pembacaan tahlil serta do’a, lantunan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Salafiyah, serta dilanjutkan dengan pelantikan pengurus IKLAS masa bakti 2020-2025 dihadapan Pengurus Yayasan Salafiyah Kajen, Dewan Penasehat dan Undangan dari beberapa organisasi IKLAS daerah, seperti IKLAS Yogyakarta, Semarang dan Kudus. Selanjutnya, sambutan dari Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah mengarahkan organisasi ini agar fokus ke 4 hal, yaitu penguatan institusi atau kelembagaan, kemandirian finansial atau ekonomi, pendidikan dan jaringan alumni. Acara sore itu berlangsung dengan hangat dikemas diskusi interaktif antar peserta rapat mengenai tema “IKLAS dan Salafiyah di tahun 2025?”.

    19 Feb
    19 Feb
  • MARGOYOSO – Kebutuhan akan wawasan literasi bagi pelajar di Pati mulai meningkat. Hal tersebut ditandai dengan adanya pelatihan-pelatihan kejurnalistikan yang diadakan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang ada di Pati. Pada Kamis dan Jumat, 30-31 Januari 2020, MTs Salafiyah lewat ekstra jurnalistik At-Tatsqif melaksanakan kegiatan Kemah Jurnalistik untuk pelajar tingkat MTs sederajat dan MA sederajat se-Margoyoso selama dua hari. Acara ini bertujuan untuk memunculkan bibit-bibit baru yang terampil dalam bidang jurnalistik. Terutama siswa-siswi yang menjadi penggerak kepenulisan di sekolah asal yang ada di sekitar Margoyoso. Dalam Kemah Jurnalistik ini, disampaikan beberapa materi di antaranya Teknik Menulis, Feature, Essai, Artikel, Cerpen, Puisi, dan Desain. Materi-materi tersebut disampaikan oleh Beni Dewa, Arif Khilwa, Ahmad Abu Rifa’i, Laila Al Adawiyah, dan Mujib Mushoffa. Abu Rifa’i selaku narasumber sekaligus cerpenis mengatakan saat ini minat orang menulis sedang menurun. Padahal menulis itu merupakan kegiatan yang mengasikkan. Menulis adalah upaya untuk bermanfaat kepada sesama. “Agar bisa senantiasa eksis, kebudayaan yang dibangun dalam kehidupan santri harusnya tak hanya membaca kitab-kitab tradisional; lebih dari itu, santri harus membaca-menguasai kajian umum, kemudian menuliskan-mengartikulasikannya di ruang publik. Suara santri adalah suara akal sehat. Kita tak boleh diam. Kita harus maju ke gelanggang.”, Ungkapnya. Wakil Kepala MTs Salafiyah Kajen H Ahmad Agus Salim Lc MA mengatakan dalam sambutannya, bahwa menulis merupakan akar dari ilmu. Karena dalam wahyu Allah yang diturunkan pertama tentang membaca. “Logikanya, kalau kita membaca, pasti ada yang harus kita baca. Yang dibaca itu adalah hasil tulisan. Maka seorang penulis itu, lebih daripada segalanya”, bebernya. ”Pelatihan kepenulisan khususnya kegiatan jurnalistik atau kemah jurnalistik, sangat baik dilaksanakan. Kegiatan ini juga bisa diambil manfaat dan mendapatkan sesuatu yang baru dari masing-masing pemateri. Diharapkan juga bisa memotivasi para siswa untuk mulai latihan menulis hingga tumbuh menjadi budaya menulis dalam diri setiap siswa se-Kecamatan Margoyoso.” imbuhnya[] (NEWs-MTs/SLF)

    02 Feb
    02 Feb