Istighosah dan Mujahadah MTs Salafiyah Kajen

  • Istighosah dan Mujahadah MTs Salafiyah Kajen              Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan ucapan basmallah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh  Ust. Syakir Mubarok. Kemudian istighosah dan tahlill dimpin oleh K.H Zuhdi, S.Pd. I dan Kyai Muhsin, S.Pd.I, lalu dilanjutkan sambutan dari kepala sekolah. Kepala sekolah, Kyai Ahmad Ruman Masyfu’, S.H., M.Si dalam sambutannya mengatakan,  bahwasanya para santri harus memiliki niat yang besar dan semangat belajar walaupun dalam kondisi seperti pandemi seperti saat ini. Pun tak terkecuali untuk kelas IX tetap belajar untuk menghadapi berbagai ujian. Bapak Ahmad Ruman Masyfu;, S.H., M.Si juga mengingatkan bahwa pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB seperti biasanya, “Pembelajaran nantinya akan dilaksanakan  via daring melalui aolikasi yang telah disediakan pihak sekolah. Proses belajar mengajar dimulai pukul 07.00 WIB seperti biasanya. “ Sebagai penutup, Kyai Ahmad Rumah Masyfu’ mengharapkan partisipasi orang tua untuk mengingatkan anaknya agar tetap belajar dan mengikuti pembelajaran yang ada. Tak lupa untuk para santri agar tetap menjaga akhlaknya sebagai santri. [At-Tatsqif]

    14 Jul
    14 Jul
  • KAJEN- Hari Raya Idul Adha 1441 H akan datang beberapa Minggu lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yayasan Salafiyah Kajen tetap istiqomah melaksanakan Ibadah Qurban dan Shodaqoh Udhiyyah tahun 2020 ini. Hasil rapat koordinasi beberapa lembaga dan pengurus yayasan diputuskan bahwa tahun ini akan ada lebih kurang 4 sapi yang akan disembelih. Seperti tahun lalu, juga ada 4 sapi yang disembelih untuk dibagikan kepada seluruh guru, karyawan, dan warga sekitar yayasan Salafiyah Kajen. Ini merupakan program kerja tahunan yayasan, guna meningkatkan solidaritas antar-warga Yayasan Salafiyah Kajen, dan mempererat jalinan tali silaturrahim antara lembaga dan warga sekitar. Pelaksanaan Insya’Allah 11 Dzulhijjah 1441 H, yaitu pada hari pertama tasyriq, tanggal 1 Agustus 2020 di halaman SMK Salafiyah Kajen. Semoga pelaksanaan akan berjalan lancar, kondusif, dan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. (AT-Im)

    06 Jul
    06 Jul
  • PATI- Monitoring Kesiapan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dilakukan oleh Kemenag RI di salah satu pesantren di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen. Dalam hal ini diwakili oleh Dr. H. Sarpani, M. PD. I, atas nama Direktur Jenderal PD Pontren. Sabtu (04/07) kemarin, beliau dan rombongan sampai di Pondok Pesantren Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul untuk melakukan peninjauan langsung terkait kesiapan pesantren dalam menghadapi era new normal ini. Ada beberapa catatan yang ditekankan beliau dalam kesiapan menghadapi new normal di pesantren dan madrasah. Pertama, pihak pondok pesantren harus siap untuk melaksanakan pembelajaran di masa pandemi ini, tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kedua, hal penunjang dan prasarana di pesantren wajib ada, misal tempat cuci tangan, hand soap dan handsanitizer, alat pengukur suhu tubuh. Namun, Bapak Sarpani memberikan penjelasan lebih lanjut, yaitu untuk masa pandemi ini prinsipnya pondok pesantren tidak boleh masuk dahulu sampai suasana normal. “Semua akan kami kembalikan ke pemerintah daerah masing-masing, sebab itu hanya rekomendasi dari kami sebagai penanggung jawab pengurus PD Pontren Pusat”, bebernya. (Hum-Im) Ditulis oleh Humas MTs Salafiyah Narasumber: Dr. H Sarpani, M.Pd.I (Pengurus PD Pontren RI)  

    05 Jul
    05 Jul
  • KAJEN– MTs Salafiyah baru-baru ini tengah mempersiapkan protokol kesehatan di madrasah menjelang tahun ajaran baru dimulai. Kesiapan itu diharapkan dapat menjadi langkah awal saat proses kegiatan tatap muka bisa diterapkan. Hal ini juga mendukung adanya kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah di lembaga pendidikan. Miftahur Rohim, koordinator humas MTs Salafiyah Kajen mengatakan, persiapan madrasah itu sudah hampir 80 persen. Sejumlah sarana dan prasarana telah dipersiapkan untuk menunjang protokol kesehatan yang ada. “Mulai dari penyiapan handsanitizer di setiap sudut sekolah, penyemprotan disinfektan pagi dan sore, penyediaan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, maupun pengadaan masker bilamana ada pengunjung maupun siswa yang datang tanpa menggunakan masker. Kami menyiapkan sedikitnya 500 masker,” terangnya. Kesiapan tak hanya dilakukan untuk sarana dan prasarana saja. Mekanisme kegiatan tatap muka bilamana telah diijinkan pun mulai dilakukan. Saat ini direncanakan setiap satu meja akan digunakan satu orang dengan tetap menjaga jarak. Pihaknya pun juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penerapan protokol kesehatan tersebut. “Ada wacana kelas akan dilaksanakan dengan sistem pembagian hari (sift). Ada juga rencana kelas hanya diisi antara 25 hingga 30 siswa. Serta pengurangan jam juga akan dilakukan. Namun, hal itu masih dirapatkan lagi, dan belum final,” terangnya. Meski kesiapan hampir matang, namun pihaknya mengaku tetap menunggu kebijakan dari pemerintah terkait pembelajaran tatap muka. Dalam surat edaran yayasan, direncanakan MTs Salafiyah akan menjalankan pembelajaran mulai tanggal 13 Juli 2020. Pengetatan protokol kesehatan sendiri telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang 2 juga telah dioptimalkan dalam percobaan new normal madrasah melalui jalur offline atau datang ke madrasah langsung. “Tahapan seleksi tahfiz maupun tes kecepatan hafalan juga kami lakukan secara langsung yakni melalui pembagian kelas dan kelompok untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” lmbuhnya. Saat ini tercatat telah ada pendaftar sekitar 546 yang sebagian besar telah mengikuti ujian masuk sebagai santri MTs Salafiyah Kajen. (AT-MTs)

    04 Jul
    04 Jul