Beasiswa Tahfidzul Qur’an dan Qiro’atul Kitab MTs Salafiyah

  • Kajen (12/9) Pandemi tak mengurungkan niat para peserta didik untuk mengikuti seleksi beasiswa Tahfidzul Qur’an dan Qiro’atul Kitab MTs Salafiyah Kajen. Berbagai pilihan beasiswa disediakan oleh salah satu MTs berbasis pesantren ini. Salah satu beasiswa unggulannya yakni beasiswa Tahfidzul Qur’an dan Qiro’atul Kitab. Sebanyak 50 peserta didik dari kelas 7, 8, dan 9 yang memenuhi syarat telah mengikuti seleksi beasiswa tahfidz dan kitab yang diselenggarakan oleh MTs Salafiyah Kajen. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 5-12 September 2020. Seleksi beasiswa dimulai pada pukul 08.00 WIB di Ruang laboratorium komputer MTs Salafiyah. Dua puluh tujuh orang peserta lolos dalam beasiswa tahfidzul qur’an, sedangkan enam orang lolos dalam beasiswa qiro’ah kitab. Beasiswa yang diberikan berupa pembebasan uang SPP berdasarkan pemilihan calon beasiswa, yakni satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun.Kepala MTs Salafiyah Ahmad Ruman Masyfu’, SH MSi mengungkapkan beberapa tujuan diadakan seleksi beasiswa tahfidz antara lain mencari ridlo Allah, memperkuat hafalan anak, memperbaiki bacaan anak baik tajwid atau makhorijul hurufnya, memperbaiki, dan mengasah mental anak. “Untuk beasiswa atau keduniaan biarlah imbalan itu mengikuti kita sendiri. Reward atau imbalan jangan sampai menjadi fokus tujuan. Yang terpenting adalah mencari ridlo Allah.”, ungkapnya saat diwawancarai tim redaksi At-Tatsqif MTs. []  [Red. At-Tatsqif/website/E]  

    20 Sep
    20 Sep
  • KAJEN- Hari Raya Idul Adha 1441 H akan datang beberapa Minggu lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yayasan Salafiyah Kajen tetap istiqomah melaksanakan Ibadah Qurban dan Shodaqoh Udhiyyah tahun 2020 ini. Hasil rapat koordinasi beberapa lembaga dan pengurus yayasan diputuskan bahwa tahun ini akan ada lebih kurang 4 sapi yang akan disembelih. Seperti tahun lalu, juga ada 4 sapi yang disembelih untuk dibagikan kepada seluruh guru, karyawan, dan warga sekitar yayasan Salafiyah Kajen. Ini merupakan program kerja tahunan yayasan, guna meningkatkan solidaritas antar-warga Yayasan Salafiyah Kajen, dan mempererat jalinan tali silaturrahim antara lembaga dan warga sekitar. Pelaksanaan Insya’Allah 11 Dzulhijjah 1441 H, yaitu pada hari pertama tasyriq, tanggal 1 Agustus 2020 di halaman SMK Salafiyah Kajen. Semoga pelaksanaan akan berjalan lancar, kondusif, dan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. (AT-Im)

    06 Jul
    06 Jul
  • PATI- Monitoring Kesiapan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dilakukan oleh Kemenag RI di salah satu pesantren di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen. Dalam hal ini diwakili oleh Dr. H. Sarpani, M. PD. I, atas nama Direktur Jenderal PD Pontren. Sabtu (04/07) kemarin, beliau dan rombongan sampai di Pondok Pesantren Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul untuk melakukan peninjauan langsung terkait kesiapan pesantren dalam menghadapi era new normal ini. Ada beberapa catatan yang ditekankan beliau dalam kesiapan menghadapi new normal di pesantren dan madrasah. Pertama, pihak pondok pesantren harus siap untuk melaksanakan pembelajaran di masa pandemi ini, tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kedua, hal penunjang dan prasarana di pesantren wajib ada, misal tempat cuci tangan, hand soap dan handsanitizer, alat pengukur suhu tubuh. Namun, Bapak Sarpani memberikan penjelasan lebih lanjut, yaitu untuk masa pandemi ini prinsipnya pondok pesantren tidak boleh masuk dahulu sampai suasana normal. “Semua akan kami kembalikan ke pemerintah daerah masing-masing, sebab itu hanya rekomendasi dari kami sebagai penanggung jawab pengurus PD Pontren Pusat”, bebernya. (Hum-Im) Ditulis oleh Humas MTs Salafiyah Narasumber: Dr. H Sarpani, M.Pd.I (Pengurus PD Pontren RI)  

    05 Jul
    05 Jul
  • KAJEN– MTs Salafiyah baru-baru ini tengah mempersiapkan protokol kesehatan di madrasah menjelang tahun ajaran baru dimulai. Kesiapan itu diharapkan dapat menjadi langkah awal saat proses kegiatan tatap muka bisa diterapkan. Hal ini juga mendukung adanya kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah di lembaga pendidikan. Miftahur Rohim, koordinator humas MTs Salafiyah Kajen mengatakan, persiapan madrasah itu sudah hampir 80 persen. Sejumlah sarana dan prasarana telah dipersiapkan untuk menunjang protokol kesehatan yang ada. “Mulai dari penyiapan handsanitizer di setiap sudut sekolah, penyemprotan disinfektan pagi dan sore, penyediaan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, maupun pengadaan masker bilamana ada pengunjung maupun siswa yang datang tanpa menggunakan masker. Kami menyiapkan sedikitnya 500 masker,” terangnya. Kesiapan tak hanya dilakukan untuk sarana dan prasarana saja. Mekanisme kegiatan tatap muka bilamana telah diijinkan pun mulai dilakukan. Saat ini direncanakan setiap satu meja akan digunakan satu orang dengan tetap menjaga jarak. Pihaknya pun juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penerapan protokol kesehatan tersebut. “Ada wacana kelas akan dilaksanakan dengan sistem pembagian hari (sift). Ada juga rencana kelas hanya diisi antara 25 hingga 30 siswa. Serta pengurangan jam juga akan dilakukan. Namun, hal itu masih dirapatkan lagi, dan belum final,” terangnya. Meski kesiapan hampir matang, namun pihaknya mengaku tetap menunggu kebijakan dari pemerintah terkait pembelajaran tatap muka. Dalam surat edaran yayasan, direncanakan MTs Salafiyah akan menjalankan pembelajaran mulai tanggal 13 Juli 2020. Pengetatan protokol kesehatan sendiri telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang 2 juga telah dioptimalkan dalam percobaan new normal madrasah melalui jalur offline atau datang ke madrasah langsung. “Tahapan seleksi tahfiz maupun tes kecepatan hafalan juga kami lakukan secara langsung yakni melalui pembagian kelas dan kelompok untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” lmbuhnya. Saat ini tercatat telah ada pendaftar sekitar 546 yang sebagian besar telah mengikuti ujian masuk sebagai santri MTs Salafiyah Kajen. (AT-MTs)

    04 Jul
    04 Jul
  • MARGOYOSO– Sejumlah sekolah dan madrasah mulai mempersiapkan protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing. Kesiapan itu diharapkan dapat menjadi langkah awal saat proses kegiatan tatap muka bisa diterapkan. Langkah itu seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen. Miftahur Rohim, humas MTs Salafiyah Kajen mengatakan, persiapan madrasah itu sudah hampir 70 persen. Sejumlah sarana dan prasarana telah dipersiapkan untuk menunjang protokol kesehatan yang ada. “Mulai dari penyiapan handsanitizer di setiap sudut sekolah, penyediaan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, maupun pengadaan masker bilamana ada pengunjung maupun siswa yang datang tanpa menggunakan masker. Kami menyiapkan sedikitnya 1000 masker,”terangnya. Kesiapan tak hanya dilakukan untuk sarana dan prasarana saja. Mekanisme kegiatan tatap muka bilamana telah diijinkan pun mulai dilakukan. Saat ini direncanakan setiap satu meja akan digunakan satu orang dengan tetap menjaga jarak. Pihaknya pun juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penerapan protokol kesehatan tersebut. “Ada wacana kelas akan dilaksanakan dalam waktu pagi dan siang. Ada juga rencana satu kelas hanya diisi antara 25 hingga 30 siswa. Namun itu masih dirapatkan lagi belum ditentukan,”terangnya. Meski kesiapan hampir matang, namun pihaknya mengaku tetap menunggu kebijakan dari pemerintah terkait pembelajaran tatap muka. Dikatakannya memang sempat muncul wacana terkait diperbolehkannya pembelajaran tatap muka bila daerah masuk zona hijau. Pengetatan protokol kesehatan sendiri telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga telah dioptimalkan melalui jalur daring untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan warga. “Tahapan seleksi tahfiz maupun tes kecepatan hafalan juga kami lakukan secara daring yakni memanfaatkan aplikasi panggilan video,” imbuhnya. Saat ini sendiri, MTs Salafiyah masih membuka gelombang ketiga untuk penerimaan siswa baru. Tercatat hingga Kamis (4/6) ini telah ada sekitar 460 calon siswa yang mendaftarkan dirinya.(SM-Beni) *diunggah oleh Humas MTs    

    06 Jun
    06 Jun
  • KAJEN – Aktivitas Ramadan di masa pandemi Covid-19 ini memang sedikit berbeda. Meski demikian, tak menyurutkan Yayasan Salafiyah Kajen Kecamatan Margoyoso untuk menyajikan program bermanfaat bagi umat Islam selama bulan puasa ini. Dengan berinovasi, Yayasan Salafiyah Kajen merubah kegiatan belajar kitab yang semula offline menjadi online. Sebab, di tengah situasi pandemi ini siswa sekolah sudah diliburkan sesuai surat edaran dari pemerintah. Meski secara fisik para santri tidak dapat hadir di Madrasah, namun antusiasme di sosial media begitu luar biasa. Bahkan, tidak hanya siswa sekolah, Alumni dan juga masyarakat umum juga turut menyimak kajian kitab secara daring itu. Saka Media, sebagai fasilitator menyiarkan secara langsung lewat youtube melalui chanel SAKA media setiap harinya. Dalam pelaksanaan, para Kiyai dari Yayasan Salafiyah turut membawakan kajian dari kitab Arbain Nawawi, Taisirul Kholaq, serta beberapa ceramah keagamaan dengan tema yang berbeda. Arif Sutoyo, selaku Koordinator Saka media mengatakan, ngaji pasanan ini dimulai sejak 2 Ramadan hingga 20 Ramadan nanti. “Ngaji posonan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh yayasan Salafiyah Kajen, maka dalam saat situasi darurat kesehatan karena covid-19 kegiatan ngaji posonan dilakukan secara siaran langsung melalui chanel youtube,” jelas dia. Dengan adanya ngaji pasanan lewat daring itu, lanjut Arif, diharapkan para santri yang ada di rumah masing-masing masih bisa mengikuti dan melaksanakan ngaji kitab seperti Ramadan sebelum-sebelumnya. “Intinya tradisi ngaji posonan terus bisa berjalan dan diikuti para santri,” imbuhnya. Sementara itu, salah satu Alumnus Salafiyah Kajen, Ahmad Shohib, mengatakan jika dengan adanya kajian kitab secara online ini, akan semakin memudahkan alumni untuk mengikutinya. “Justru dengan via daring ini kami (alumni) bisa ikut ngaji. Saya juga selalu mengikuti kajian kitab dari rumah. Jadwalnya pun saya punya,” kata dia. (Red.Saka-Media)

    29 Apr
    29 Apr
Goto :