Situs Resmi Yayasan Salafiyah Kajen

MENEBUS LELAH DENGAN PENGALAMAN BERHARGA

Belajar bukan hanya sekadar formal. Janganlah ‘seperti katak dalam tempurung’

Oleh: Titis Nur Alfitri

Rasa dingin masih menyelimuti sekujur badan. Mentari pagi mulai pancarkan cahayanya ke bumi. Membuat semangat siswa-siswi MTs Salafiyah menggebu. Dengan semilirnya angin yang menerjang setiap bebahu.

Pagi itu (15/03) sudah terlihat banyak pasang mata mengamati aktifitas pagi madrasah. Para lelaki dan wanita separuh baya berjejer di depan pintu gerbang MTs Salafiyah untuk mengantar sang buah hati dan turut menghadiri upacara pemberangkatan study rihlah (red. SR).

Mereka akan meninggalkan orang tua sementara waktu untuk menjalankan pembelajaran wajib di luar madrasah. Suasana yang mengharukan menyelimuti wajah penuh kekhawatiran. Rasa cemas memang terasa, namun itu demi pengalaman kemandarian yang akan diperoleh anak-anaknya.

Salah satu orang tua kurang tega melepas kepergian anaknya. “Tapi pengalaman kemandirian lebih penting untuk anakku daripada kecemasan ini”, tuturnya.

Beberapa pasang mata terlihat meneteskan air mata kecemasan dari kelopak mata mereka. Sedangkan pemandangan berbeda menghiasi siswa-siswi MTs kelas VIII, raut muka ceria melintas dengan seribu harapan mendapatkan banyak pengalaman di luar. Lepas pembacaan doa mereka berbondong-bondong menenteng barang bawaan sebagai pelengkap untuk tiga hari ke depan.
Bahkan sebelum sampai ke tempat tujuan, terlihat banyak anak yang sudah berselfi ria seakan-akan mendapatkan apa yang dibayangkan.

Tiba saatnya mereka berangkat, meninggalkan kepenatan sejenak, menuju kota Batavia (red. Jakarta).

“Acara ini bertujuan agar siswa-siswi MTs Salafiyah memperoleh pengalaman dan pengetahuan di luar madrasah”, tutur Ade Irma Widodo ketua panitia studi rihlah MTs Salafiyah Kajen tahun 2017. []

(Feature/At-Tatsqif/Triwulan/Edisi-Maret-2017)

Leave a comment

Your email address will not be published.