Situs Resmi Yayasan Salafiyah Kajen

Santri Salafiyah Dibekali Pelatihan Literasi

MARGOYOSO – Kebutuhan akan wawasan literasi bagi pelajar di Pati mulai meningkat. Hal tersebut ditandai dengan adanya pelatihan-pelatihan kejurnalistikan yang diadakan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang ada di Pati.

Pada Kamis dan Jumat, 30-31 Januari 2020, MTs Salafiyah lewat ekstra jurnalistik At-Tatsqif melaksanakan kegiatan Kemah Jurnalistik untuk pelajar tingkat MTs sederajat dan MA sederajat se-Margoyoso selama dua hari. Acara ini bertujuan untuk memunculkan bibit-bibit baru yang terampil dalam bidang jurnalistik. Terutama siswa-siswi yang menjadi penggerak kepenulisan di sekolah asal yang ada di sekitar Margoyoso.

Dalam Kemah Jurnalistik ini, disampaikan beberapa materi di antaranya Teknik Menulis, Feature, Essai, Artikel, Cerpen, Puisi, dan Desain. Materi-materi tersebut disampaikan oleh Beni Dewa, Arif Khilwa, Ahmad Abu Rifa’i, Laila Al Adawiyah, dan Mujib Mushoffa.

Abu Rifa’i selaku narasumber sekaligus cerpenis mengatakan saat ini minat orang menulis sedang menurun. Padahal menulis itu merupakan kegiatan yang mengasikkan. Menulis adalah upaya untuk bermanfaat kepada sesama.

“Agar bisa senantiasa eksis, kebudayaan yang dibangun dalam kehidupan santri harusnya tak hanya membaca kitab-kitab tradisional; lebih dari itu, santri harus membaca-menguasai kajian umum, kemudian menuliskan-mengartikulasikannya di ruang publik. Suara santri adalah suara akal sehat. Kita tak boleh diam. Kita harus maju ke gelanggang.”, Ungkapnya.

Wakil Kepala MTs Salafiyah Kajen H Ahmad Agus Salim Lc MA mengatakan dalam sambutannya, bahwa menulis merupakan akar dari ilmu. Karena dalam wahyu Allah yang diturunkan pertama tentang membaca. “Logikanya, kalau kita membaca, pasti ada yang harus kita baca. Yang dibaca itu adalah hasil tulisan. Maka seorang penulis itu, lebih daripada segalanya”, bebernya.

”Pelatihan kepenulisan khususnya kegiatan jurnalistik atau kemah jurnalistik, sangat baik dilaksanakan. Kegiatan ini juga bisa diambil manfaat dan mendapatkan sesuatu yang baru dari masing-masing pemateri. Diharapkan juga bisa memotivasi para siswa untuk mulai latihan menulis hingga tumbuh menjadi budaya menulis dalam diri setiap siswa se-Kecamatan Margoyoso.” imbuhnya[]

(NEWs-MTs/SLF)

Leave a comment

Your email address will not be published.