Perubahan di dunia pendidikan salah satunya adalah adanya perubahan sistem kurikulum. MTs Salafiyah mengantisipasi dan menanggapinya dengan melaksanakan Bimtek Kurikulum pada 30 Maret 2023 berjudul “Mengenal Kurikulum Paradigma Baru”. Bertempat di aula madrasah dengan pembicara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang yakni Dr. Hj. Nurul Kamilati, M. Pd, M. Ed. Hal ini juga bertujuan untuk membekali para pendidik di lingkungan madrasah dalam menyongsong perubahan di masa yang akan datang.

Kurikulum Paradigma baru tercipta karena adanya Learning Loss khususnya pada bidang literasi dan numerisasi pada masa pandemi dan pasca pandemi. Kurikulum ini digunakan tahun 2022-2024. Perbedaan Kurikulum Baru dengan kurikulum 2013, atau yang biasa kita sebut dengan K13 yakni pada cakupannya yang lebih fokus dalam hal literasi dan numerisasi. Hal ini guna mengejar ketertinggalan dengan negara-negara di penjuru dunia dalam aspek literasi dan numerisasi. Agar anak-anak Indonesia tidak lupa dengan nilai-nilai luhur bangsanya, maka Kurikulum paradigama baru memusatkan anak sebagai subjek dan menggunakan Profil Pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila merupakan kepribadian yang harus dimiliki oleh para peserta didik yang terdiri dari: !) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulian, 2) Kebhinekaan Global, 3) Gotong Royong, 4) Mandiri, 5)Bernalar Kritis, 6) Kreatif.
Kurikulum Paradigma Baru telah diterapkan pada 2500 sekolah penggerak di bawah naungan Kemendikbud. Sedangkan, pada madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama kurikulum ini sedang digodog agar segera digunakan.
Adanya bimtek ini mendapat tanggapan positif dari ketua yayasan Salafiyah Kajen, Drs. H. Ulin Nuha, M. Si, yang mengatakan bahwa waktu cepat berlalu, dan kita harus up to date terhadap segala situasi.
Tak hanya itu, Pengawas KKMTs Margoyoso, Pati, Bapak Heri Suharman, S. Pd juga mengapresiasi karena dengan diselenggarakannya acara Bimtek Kurikulum Baru maka akan meningkatkan kemampuan bagi para guru. Beliau juga mengatakan harapannya, “Saya berharap, MTs ini tidak hanya berhenti meluluskan dan menerima, tetapi nantinya bisa menjadi rujukan atau percontohan khusunya di wilayah Pati Utara.”
–At-Tatsqif/Web