Situs Resmi Yayasan Salafiyah Kajen

TEATER MA SALAFIYAH KAJEN : EKSIS DALAM “ PATI NIGHT CARNIVAL 2014”

DSC_0061

Di tahun 2014 ini kabupaten Pati telah merayakan hari jadinya yang ke 691, banyak sekali rentetan acara yang diadakan untuk memeriahkannya. Salah satu acara yang menyedot banyak minat dan perhatian masyarakat Pati maupun luar Pati untuk menyaksikannya adalah acara “ Pati Night Carnival 2014” dengan tema Batik Pati Lingsir wengi. Pada tanggal 9 agustus 2014 mulai pukul 19.00 s/d 23.00, Acara carnival yang diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari 31 Sekolahan terdiri dari SMA, SMK 29 sekolahan dan 2 Madrasah ( MAN 1 Pati dan MA SALAFIYAH Kajen) dan 10 kelompok masyarakat serta Duta Wisata Pati ini wajib menggunakan ornamen batik Bakaran dalam pembuatan kostumnya sebagai ciri khas batik asli Pati. Berbagai kreasi busana disuguhkan dengan mengusung tema yang beranekaragam menambahnya indahnya acara tersebut.

            Acara yang dimulai dari start depan kodim berjalan ketimur sampai finish diAlun-Alun Pati sebelah barat benar-benar luar biasa, karena acara seperti ini adalah acara pertama kali yang pernah ada di Kab.Pati. Salah satu yang menyedot perhatiaan penonton adalah hadirnya peserta dari TEASA MA SALAFIYAH KAJEN, karena dari sekian banyak peserta satu-satunya peserta dari Madrasah swasta yang mengikuti adalah MA Salafiyah kajen, juga konsep yang diusung terbilang unik. Rata-rata peserta dari kelompok sekolah dengan konsep yang mengandalkan desain pakaian yang rumit-rumit dan hanya berjalan biasa. Akan tetapi anak-Anak MA SALAFIYAH Kajen berani tampil beda dengan konsep perang dengan gerakan teatrikal dari mulai start sampai finish, dengan cerita peperangan antara pakaian batik Bakaran dengan batik impor. Tak jarang terdengar tawa dan tepuk tangan dari para penonton yang menyaksikan adegan teatrikal anak-anak TEASA ( Teater MA Salafiyah). Dengan berani mengusung konsep berbeda tidak hanya menarik minat penonton akan tetapi juga menarik minat media terbukti keikutsertaan MA Salafiyah terekspos di Jawa Pos ( Radar Kudus) tertanggal 10 agustus 2014 dan di Suara merdeka ( Suara Muria) tertanggal 11 agustus 2014.

    IMG     IMG_0001

            Pada puncaknya adalah disaat setiap peserta diberi kesempatan untuk perfom selama tiga menit dihadapan Bupati dan para pejabat lainnya, lagi-lagi anak-anak TEASA tampil beda, mereka terasa tidak canggung menyusuhkan tarian perang dengan gerak treatikal dengan iringan music yang sudah disediakan oleh panitia dengan sangat menarik dan menegangkan. Tarian ini menceritakan tentang perang antara batik bakaran asli Pati dan batik impor, dengan kekuatan yang luar biasa batik impor bisa menang, akan tetapi setelah para prajurit batik bakaran bersatu akhirnya bisa memenangkan peperanagan itu. Dalam kesempatan ini mereka mencoba menyampaikan pesan bahwa kita haruslah mencintai dengan apa yang kita miliki sendiri (batik Bakaran) karena dari yang lain dan/atau pihak asing belum tentu lebih baik. Dengan kebersamaan, persatuan kita mampu menjaga segala warisan kebudayaan leluhur kita dari pengaruh bangsa asing. Amin

Oleh : Arif sutoyo S.H (MA Slf

)DSC_0380

Leave a comment

Your email address will not be published.